Pemerintah Pastikan Logistik dan Akomodasi Pendukung KTT G20 di Bali Terpenuhi

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Andreas Dipi Patria dalam konferensi pers tentang Kesiapan Logistik Jelang KTT G20 di Jakarta, Selasa (27/9/2022). (Foto: FMB9)
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Andreas Dipi Patria dalam konferensi pers tentang Kesiapan Logistik Jelang KTT G20 di Jakarta, Selasa (27/9/2022). (Foto: FMB9)

JAKARTA, balipuspanews.com – Pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Goverment 20 (KTT G20) memastikan terpenuhinya segala kebutuhan sarana pendukung dan logistik untuk keperluan perhelatan akbar dunia itu.

Hingga saat ini, persiapan menuju acara puncak pada November mendatang terus dilakukan guna memenuhi kebutuhan tamu delegasi yang akan hadir. Acara puncak tingkat kepala negara KTT G20 akan dilaksanakan pada 15-16 November mendatang di Bali.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Andreas Dipi Patria menjelaskan sebagai Ketua Bidang Dukungan Penyelenggara Acara KTT G20, kementeriannya ditunjuk dan bertanggungjawab mengkoordinasikan kesiapan sejumlah infrastruktur dan lokasi yang akan menjadi lokasi penyelenggaraan pada 15-16 November 2022.

“Target kami akhir Oktober ini akan selesai,” kata Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Andreas Dipi Patria dalam konferensi pers tentang ‘Kesiapan Logistik Jelang KTT G20’ di Jakarta, Selasa (27/9/2022).

Baca Juga :  Cabor Muaythai Klungkung Sukses Raih Juara Umum di Ajang Porprov Bali 2022

Andreas yang juga Kepala Biro Komunikasi Kemenko Marves mengungkapkan salah satu persiapan logistik yang ditangani Kemenko Marves adalah kesiapan Bandara Ngurah Rai untuk melayani penerbangan para peserta KTT G20 yang terdiri dari dari para pemimpin negara termasuk negara-negara maju.

“Akan banyak pesawat yang hadir, baik yang komersil, pribadi, bahkan pesawat kepresidenan,” kata Andreas.

Pemerintah akan memastikan semua kebutuhan penerbangan itu terpenuhi, antara lain soal jumlah pesawat, jadwal pendaratan, hingga parkir pesawat.

“Ngurah Rai tidak cukup untuk menampung,” ujar Andreas.

Oleh karena itu beberapa bandara di sekitar Bali juga akan diaktifkan untuk membantu.

Kesiapan akomodasi perhotelan sebagai tempat menginap delegasi juga menjadi perhatian. Saat ini terdapat 22 hotel di berbagai kawasan di Bali yang menyediakan lebih dari 8 ribu kamar. Antara lain berada di Nusa Dua, Kuta, Jimbaran, Sanur, Seminyak, dan Tanjung Benoa.

Baca Juga :  Operasi Zebra Agung 2022 di Klungkung, Pelanggar Hanya Diberikan Teguran

Dari 22 hotel itu tersedia 26 kamar kelas presidential suite. Selain itu, juga terdapat alternatif hotel lainnya yang menyediakan 13 kamar presidential suite. Sehingga total bisa menampung hingga 39 tamu VVIP.

Hal lain yang disiapkan panitia adalah unit transportasi listrik. Hal ini sejalan dengan misi mempopulerkan green energy atau energi terbarukan.

“Ini bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dan pencemaran lingkungan,” kata Andreas.

Beberapa pabrikan otomotif sudah menyatakan minat menyediakan mobil listrik untuk mendukung pelaksanaan KTT G20 ini. Antara lain Hyundai, Toyota, dan Wuling.

“Mobil-mobil itu dipinjamkan oleh perusahaan itu untuk pelaksanaan KTT G20,” imbuh Andreas.

Bahkan beberapa pabrikan dan perusahaan lain juga berencana meminjamkan sepeda dan motor listrik.

Baca Juga :  Petani di Desa Bengkala Diajak Menanam Jagung Sorghum

“Hampir semua industri ingin terlibat dan menawarkan dukungan untuk membantu pemerintah Indonesia,” ujar Andreas.

G20 adalah forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU). Selain Indonesia, anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.

Saat ini Indonesia memegang tampuk Presidensi G20 dengan mengusung tema Recover Together, Recover Stronger. Dengan tema itu, Indonesia mengajak seluruh dunia bahu membahu dan saling mendukung untuk pulih bersama, bahkan tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan