Senin, Juli 22, 2024
BerandaDenpasarPemerintah Terapkan WFH dan Belajar Daring Pelajar Selama KTT G20 

Pemerintah Terapkan WFH dan Belajar Daring Pelajar Selama KTT G20 

DENPASAR, balipuspanews.com– Selama berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di kawasan Nusa Dua, Kuta Selatan, pada Bulan November 2022 mendatang, untuk sementara kegiatan masyarakat akan dibatasi. Pembatasan ini sesuai dengan anjuran Pemerintah yakni Work From Home (WFH) dan belajar daring bagi para siswa sekolah.

Perihal itu mengemuka setelah Kapolresta Denpasar Kombes Pol.Bambang Yugo Pamungkas, S.H.,S.I.K.,M.Si. bersama Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. Dody Trio Hadi, S.Sos.,M.Si., menggelar sosialisasi dan koordinasi pengamanan KTT G20 di Kantor Kelurahan Benoa, Selasa (25/10/2022).

Perlu diketahui, wilayah Kelurahan Benoa merupakan tempat pelaksanaan semua kegiatan KTT G20, termasuk juga hotel tempat delegasi menginap. Sehingga melalui kegiatan ini diharapkan seluruh aparat desa dan kelurahan dapat menyampaikan kepada masyarakat tentang mekanisme pengamanan selama Presidensi KTT G20.

Kombes Bambang menyampaikan bahwa seluruh perangkat desa memiliki peran yang penting dalam mendukung suksesnya pelaksanaan KTT G20.

Diakuinya, selama berlangsungnya KTT G20, nantinya akan ada pembatasan-pembatasan dari pemerintah yaitu pembatasan pemberlakuan Work From Home (WFH) dan belajar daring bagi siswa sekolah.

BACA :  Cium Kejanggalan Saat Verfak, Ismaya Menduga Ada Pihak Yang Ingin Menjegal Calon Independen

“Pembatasan ini bukan bermaksud membuat orang liburan namun guna membatasi kegiatan masyarakat di luar rumah,” terangnya.

Pembatasan ini juga berlaku bagi kendaraan transportasi darat. Dimana akan dibatasi pengendara untuk melintas di jalur tol menuju Sawangan. Sedangkan untuk di wilayah Peminge hanya diperbolehkan menggunakan kendaraan listrik.

“Apapun permasalahan yang terjadi saat ini, kami harapkan sebisa mungkin diselesaikan dengan humanis dengan mengedepankan peran pengamanan berbasis adat yaitu Sipandu Beradat,” ucap mantan Kapolres Sukoharjo ini.

Sementara Dandim Kolonel Inf Dody Trio Hadi menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan KTT G20 akan hadir 41 negara dan sejumlah Kepala Negara. Sehingga ia meminta kepada seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan KTT G20.

Terkait adanya pemberlakuan penutupan jalan dan untuk pedagang kaki lima di sepanjang jalur, diminta untuk sementara tidak berjualan.

Begitu pula bagi pemilik hewan ternak seperti sapi dan anjing liar wajib dikandangi oleh pemiliknya agar tidak mengganggu pada saat delegasi melintas.

“Sebelumnya kami mohon maaf adanya ketidaknyamanan dengan adanya pembatasan-pembatasan tersebut namun kami hanya menginginkan agar jalannya pelaksanaan kegiatan dapat berjalan aman dan sukses,” terangnya.

BACA :  Buruh Proyek Gasak Motor Scoopy di Pinggir Jalan

Selain itu, Kolonel Dody meminta kepada para kepala lingkungan dan masyarakat lainnya agar peduli dengan lingkungan sekitar. Apabila mendengar dan melihat adanya permasalahan maupun adanya warga pendatang agar berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Sehingga dapat melakukan pencegahan dini dan deteksi dini, wajib waspada namun tetap dengan cara yang ramah.

“Mencapai kata aman dan lancar adalah upaya kita bersama, dan mari kita semua mendukung jalannya pelaksanaan kegiatan KTT G20,” tegasnya.

Mewakili Camat Kuta Selatan, I Wayan Sujaka Arianta menyatakan bahwa saat ini jajarannya telah melaksanakan patroli secara rutin dan juga sidak warga pendatang, guna memastikan situasi kamtibmas aman dan terkendali.

“Kami di kecamatan telah melakukan beberapa kegiatan seperti patroli dan sidak, mudah-mudahan aksi yang dilaksanakan jajaran kami dapat mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas,” terangnya.

Penulis: Kontributor Denpasar
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular