Yanuar Nugroho, Deputi II Kepala Staf Kepresidenan

NusaDua, balipuspanews.com – Stunting atau anak bertubuh pendek terjadi karena kurang gizi kronis menjadi sorotan dalam Konferensi Internasional yang selama tiga hari (12-14/12/2018) Viable and Operable Ideas for Child Equality atau VOICE, penyakit kurang gizi dalam kandungan ini mencapai 30 persen di Indonesia.

“Masih 30 persen stunting di Indonesia dan hal ini menurut saya masih besar, untuk itu perlu penangangan,” kata Yanuar Nugroho, Deputi II Kepala Staf Kepresidenan pemerintahan Presiden Jokowi  usai menyajikan keynote speech berjudul “Governing in a Changing World pada acara Konferensi VOICE di Westin Hotel Nusa Dua, Kamis (13/12).

Setelah masalah stunting,masalah imunisasi juga perlu mendapatkan perhatian, karena selama ini anak memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan kesehatan.

“Untuk masalah ini pemerintah sudah melakukan jemput bola, “jelasnya.

Masalah yang ketiga adalah masalah bahaya rokok,masalah ini menjadi momok menakutkan saat ini, karena merokok menjadi kebiasaan anak -anak.

Untuk itu, dalam hal ini pemerintah mendorong untuk menggencarkan kampanye anti rokok.

Lebih jauh, Yanuar mengatakan secara umum memuji acara Konferensi Internasional selama tiga hari Viable and Operable Ideas for Child Equality atau VOICE dengan mengambil tema ” Finding Scientific Answers for the Challenges of the 21st Century for Family, Community and Public Policy”, yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian dan Advokasi Perlindungan dan Kualitas Hidup Anak di Universitas Indonesia (PUSKAPA) bekerjasama dengan Care and Protection of Children (CPC) Learning Network di Columbia University.

“Acara ini menarik karena dapar melihat kenyataan anak -anak, bagaimana anak-anak dipandang tidak terpisah sebagai warga Indonesia,” ujarnya.

Saat ini, kata Yanuar perhatian Presiden Jokowi kepada anak anak tidak sekedar menyediakan fasilitas, tetapi tetap mengejar kualitas anak didik. Untuk itu sangatlah penting, kalau dunia pendidikan berpihak kepada anak anak utamnya dalam menerapkan kurikulum di sekolah. (art/bpn/tim)