Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

DENPASAR, balipuspanews. com -Pemilu tahun 2019 masih rawan Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda dan invalid.

“Masalah terungkap bahwa potensi DPT masih menjadi persoalan seperti adanya DPT ganda, DPT invalid, selain persoalan rekrutmen penyelenggara pemilu di tingkat TPS karena ini dampak penggabungan Pemilu Legislatif dan pemilu Presiden,” kata I Ketut Arka, Mantan Ketua Panwaslu Badung tahun 2014 usai acara Deklarasi Jaringan Demokrasi Indonesia ( JaDI)Provinsi di rangkai diskusi tema menakar kesiapan Pemilu 2019, Sabtu (9/2).

Selain masalah DPT, persoalan yang dihadapi adalah persoalan rekrutmen penyelenggara pemilu di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS), karena dampak penggabungan Pemilu Legislatif dan pemilu Presiden, dimana setiap TPS hanya melayani maksimal 300 pemilih sehingga petugas di TPS baik KPPS dan Pengawas TPS dibutuhkan petugas yang sangat banyak.

Untuk itu, kata Arka pihak KPU Bali mesti berintegrasi dengan semua pihak seperti Bupati dan pihak perguruan tinggi yang ada di Bali dengan harapan mahasiswa, dosen bisa ambil bagian dalam proses Pemilu serentak 2019,

Sementara itu, acara ini merupakan gabungan dari mantan anggota KPU dan Panwaslu/ Bawaslu se-Bali

Diskusi media yang dipandu oleh Udi prayudi. ini serangkaian menghadirkan nara sumber Presidium Nasional jaringan Demokrasi Indonesia Pusat Nelson Simanjutak ( mantan anggota Bawaslu ) KPU Bali, Agung Lidartawan,  Ketua Bawaslu Provinsi Bali, Ni Ketut Ariani dan Aliansi Jurnalistik Independen (AJI Bali )(Art/bpn/tim)

Advertisement
Loading...

Tinggalkan Komentar...