Jumat, Juni 21, 2024
BerandaNasionalJakartaPemilu 2024 Belum Penuhi Kuota 30 Persen Keterwakilan Perempuan, Bamsoet: Permudah Akses...

Pemilu 2024 Belum Penuhi Kuota 30 Persen Keterwakilan Perempuan, Bamsoet: Permudah Akses Perempuan

JAKARTA, balipuspanews.com– Hasil simulasi konversi perolehan suara partai politik menjadi kursi menunjukkan, calon anggota legislatif atau caleg perempuan yang mendapatkan kursi Dewan Perwakilan Rakyat/DPR sebanyak 129 orang.

Capaian tersebut setara dengan 22,24 persen dari total 580 kursi DPR periode 2024-2029, yang menunjukkan masih kurang dari persentase 30 persen sesuai ketentuan perundangan.

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) berharap seharusnya keterwakilan perempuan mencapai angka tersebut. Untuk itu, Ia meminta pemerintah memperbaiki ekosistem politik di Indonesia agar lebih mempermudah akses bagi perempuan untuk meningkatkan keterpilihan, serta memetakan permasalahan-permasalahan yang dihadapi perempuan agar dapat diberikan solusi yang tepat.

“Seperti perihal politik yang mahal, persaingan ketat, praktik jual beli suara yang masih kerap terjadi, wilayah cakupan daerah pemilihan/dapil yang luas, hingga adanya pemilih yang belum terbuka terhadap kepemimpinan perempuan,” ucap Bamsoet dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/3/2024).

Ia juga meminta pemerintah dan partai politik mengevaluasi regulasi yang berkaitan dengan hal tersebut, untuk ke depannya kebijakan yang berkaitan dengan keterwakilan perempuan dapat lebih afirmatif agar bisa mewujudkan minimal 30 persen perempuan di lembaga legislatif, dikarenakan sistem proporsional daftar terbuka yang berlaku dalam empat kali di pemilihan umum atau pemilu terakhir, masih terbukti tidak mampu mengantarkan keterwakilan perempuan minimal 30 persen di parlemen.

BACA :  Pemkot Denpasar Siapkan Strategi Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem di Kota Denpasar

Bamsoet juga meminta partai politik/parpol lebih terbuka dan berperan aktif dalam memberikan pengawalan, pendampingan, dan dukungan memadai bagi kinerja pemenangan yang dilakukan caleg perempuan, sehingga keterwakilan perempuan bisa mencapai 30 persen sesuai aturan yang berlaku.

Lebih jauh, Ia mendorong para perempuan di Indonesia, utamanya yang berada dalam lembaga legislatif maupun pemerintahan, untuk lebih meningkatkan peran dan kehadiran dalam tiap rapat maupun kegiatan pengambilan keputusan.

“Dikarenakan vokal atau suara dari sebagian anggota parlemen perempuan bisa berdampak besar bagi pembangunan bangsa maupun kehidupan bermasyarakat,” tegas Bamsoet.

Penulis: Hardianto
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular