Kamis, September 3, 2026

Pemkab Badung Gandeng PT KAI Siapkan Trem Penghubung Bandara Ngurah Rai hingga Canggu

- Advertisement -
- Advertisement -

BADUNG, balipuspanews.com – Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi menandatangani Naskah Kesepakatan Bersama terkait rencana pengembangan perkeretaapian di Kabupaten Badung, Selasa (1/9/2026).

Agenda utama kerja sama ini adalah pembangunan moda transportasi trem massal yang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kuta, Legian, hingga Canggu. Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin di Ruang Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali.

Proyek infrastruktur perkeretaapian sepanjang 13,1 kilometer ini dirancang di bawah inisiatif Bali Low Emission Zone Initiative (BLEZI) sebagai solusi untuk mengurai kemacetan di Bali Selatan.

Proyek tersebut dibagi menjadi dua tahap pembangunan, yakni Fase 1A dengan rute Bandara–Legian sepanjang 6,6 kilometer dengan target operasi komersial pada kuartal IV tahun 2028. Selanjutnya, Fase 1B dengan rute Legian–Seminyak–Canggu sepanjang 6,5 kilometer ditargetkan beroperasi pada kuartal I tahun 2031.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyatakan, kesepakatan ini merupakan tahap awal yang krusial. Pemerintah daerah dan PT KAI akan segera menindaklanjutinya dengan perjanjian kerja sama serta studi kelayakan atau Feasibility Study.

BACA :  Usaha Laundry Hangus Terbakar Diduga Gegara Korsleting Listrik

“Trase trem perlu dikaji secara komprehensif agar tidak hanya menjadi solusi mobilitas, tetapi juga terintegrasi dengan pengembangan jaringan jalan dan kawasan pariwisata Badung,” katanya.

Selain koridor Kuta–Canggu, ia juga mendorong pengembangan konektivitas dari Nusa Dua menuju Uluwatu, Bandara Ngurah Rai, dan kawasan Kuta.

“Harapannya akan terbangun transportasi publik massal dalam bentuk trem sehingga menjadi pilihan masyarakat untuk berkunjung ke destinasi pariwisata sekaligus mengatasi kemacetan dan pertumbuhan kendaraan pribadi,” ujar Adi Arnawa.

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa kemacetan harus segera ditangani karena berpotensi memengaruhi keberlanjutan ekosistem pariwisata Bali.

Namun, ia mengingatkan agar pengembangan trem tetap memperhatikan karakter, kenyamanan, estetika, serta kearifan lokal Bali. Koster juga meminta adanya sosialisasi secara masif kepada masyarakat dan pelaku usaha, khususnya pemilik hotel di sepanjang koridor, agar konsep trem diposisikan sebagai peluang baru yang memperkuat daya tarik kawasan.

Dari sisi teknis, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin memaparkan sistem trem akan menggunakan jalur tunggal (single track) dengan jalur ganda pada terminus dan titik persilangan.

BACA :  Sibuk Debatkan Aturan, Pengadaan LPJU Rp 7,8 Miliar Belum Direalisasikan

Di area bandara, jalur dirancang melayang (elevated), sementara sebagian besar trase lainnya berada di permukaan tanah. Guna menjaga kualitas visual kawasan pesisir, trem dirancang berbasis baterai dengan pengisian daya di depo, stasiun terminus, dan titik persilangan.

Waktu tempuh Legian–Bandara diperkirakan mencapai 23 menit, sedangkan Canggu–Bandara sekitar 40 menit.

Dalam implementasinya, PT KAI membutuhkan dukungan pemerintah daerah untuk pembebasan lahan, penyediaan lahan depo, penguatan pesisir, akses trase bandara, hingga perizinan. Desain teknis proyek ini juga memerlukan pendampingan dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Acara ini turut dihadiri perwakilan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Direktur Utama Jamkrida Bali Mandara, Kelompok Ahli Gubernur, pimpinan OPD Bali, Sekda Badung IB Surya Suamba, Kabag Kerja Sama Setda Badung I Made Dedy Sandrawan, serta Sekdis Perhubungan I Made Gede Wiryantara Adi Susandi.

Penulis : Kadek Adnyana
Editor : Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular