Bupati Made Gianyar bersama Wabub Sedana Artha saat menghadiri prosesi di Pura Dalem Balingkang, Kintamani
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Bangli, balipuspanews.com- Pemkab Bangli melangsungkan upacara ngayarin di Pura Dalem Balingkang, Kintamani, Bangli Jumat ( 2/11/2018). Bupati Made Gianyar memimpin rombongan Pemkab dalam prosesi di pura yang dibangun Raja Jayapangus itu. Hadir pula Wakil Bupati Bangli, Sekda Kabupaten Bangli, PHDI Kabupaten Bangli, Perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli, Kepala BPD Bali Cabang Bangli, Instansi Terkait, Pimpinan OPD dan Pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli.

Bendesa Adat Desa Pakraman Pinggan I Made Seden selaku penangungjawab Karya Pujawali dan Betara Turun Kabeh menyampaikan bahwa Upacara puja wali dan betara turun Kabeh di pura Dalem Balingkang ini adalah Karya upacara rutin setiap tahun yang jatuh  Nemonin Tilem Sasih Kapat yang lalu, dengan tingkatan upacara Utama, sama seperti tahun-tahun sebelumnya dengan menggunakan korban suci (wewalungan) berupa Kerbau, Kambing, Bebek dan Ayam.

Made Seden menjelaskan, sebelum korban itu di persembahkan terlebih dahulu dilakukan penyucian yang disebut dengan upacara Bakti mapapada agung. Puja wali di awali dengan kegiatan Pembersihan Baik secara skala dan niskala di lingkungan Area Pura Dalem Balingkang dengan Ngungahang pejati untuk mohon ijin dan mapiuning dilanjutkann dengan ngaturang ayah membuat prasarana upacara oleh Krama Pengempon Baik Warga Laki-laki dan Wanita. Pengempon pangarep adalah seluruh warga desa Pinggan yang berada di lingkungan sekitar Pura di tambah dengan beberapa desa lain seperti Desa Gretek, Desa Les, Samirenteng, Panuktukan, Desa Tembok dan yang lainnya hanya sebagai pengempon atos saja. Upacara pujawali ini di puput oleh linggih ida Dane Jero Mangku Dalem Balingkang.

“ Hari ini Kabupaten Bangli mendapat Jadwal Ngaturang Bakti Penganyar paling akhir, dimana pada hari ini juga akan dilakukan uapacara Ngeluwur Ida Batara,” terang Bendesa I Made Seden.

Sementara itu Bupati Bangli I Made Gianyar yang didampingi Wakil Bupati Sedana Arta menyampaikan  Bakti penganyar yang dilakukan hari adalah salah satu dari kewajiban kita sebagai umat dalam menjalankan ajaran Dharma dengan Konsep Tri Hita Karana yang tidak bisa lepas dari kehidupan kita sehari hari di Bali.

Hubungan Dengan Sang Pencipta merupakan hal utama yang harus kita jaga yang diimplementasikan dengan srada Bakti kepada beliau sebagai sang Pencipta. Berikutnya Hubungan Dengan Sesama yang juga harus terus dijaga sehingga terjadi hubungan harmonis, Toleransi saling menghargai sesama uamat dan yang ketiga adalah Hubungan manusia dengan Alam dimana pada alam inilah kita bertumpu untuk dapat melanjutkan kehidupan kita, alam harus terus dijaga jangan sampai rusak sehingga keindahan alam yang sudah ada dapat diwariskan untuk generasi yang akan datang.

“ Hari ini kita ngaturang Bakti dengan harapan tentu untuk kesejahteraan Umat dan masyarakat Bangli pada Khususnya dan Masyarakat Bali pada umumnya bahkan seluruh isinya diberikan keselamatan untuk kita bisa terus berkarya sesuai dengan darma agama dan darma Negara untuk mewujudkan Bangli yang Gita Santi,” Kata Made Gianyar. ( rls/bas)

 

 

Advertisement

Tinggalkan Komentar...