Pemkab Bangli melangsungkan proisesi di Pura Puncak Penulisan Kintamani
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Bangli, balipuspanews.com- Pemkab Bangli melangsungkan prosesi nganyarin di Pura Puncak Penulisan, Kintamani, Bangli, Selasa ( 2/10/2018). Bupati Made Gianyar memimpin langsungkan rombongan OPD dilingkungan Pemkab Bangli. Hadir pula Kepala BPD Bali Cabang Bangli, Parisada Hindu Dharma, Perwakilan Kantor Departemen agama Bangli dan ASN di lingkungan pemerintah Kabupaten Bangli.

Pemucuk Gebog Domas  Pura Puncak Penulisan Jro Mangku Made Tresna mengatakan, dirinya mewakili seluruh pengempon Pura Puncak penulisan mengucapkan  terimakasih yang tak terhingga kepada Pemkab Bangli yang selalu turut andil dalam kelancaran upacara yang digelar,  dimulai dari ayah ayahan dan dilanjutkan dengan bakti penganyar yang memang sudah dijadwalkan ke seluruh kabupaten kota se-Bali.

“ Kedepan kami pasti akan selalu berkoordinasi dengan pihak terkait baik pemerintah Kabupaten Bangli untuk selau bisa melaksanakan proses yadnya sesuai dengan apa yang telah dilaksanakan para pendahulu, secara langsung Pemerintah Kabupaten sudah tau keadaan disini, untuk itu  kami tidak akan berhenti untuk  memohon bantuan dan berkoordinasi kepada Pemerintah Kabupaten  apapun itu untuk dapat melaksanakan proses upacara sesuai dengan harapan kita semua, ” ujar Jro Mangku Tresna.

Sementara itu Bupati Bangli I Made Gianyar menyampaikan, salah satu kewajiban sebagai umat adalah menjalankan yadnya dengan tulus ikhlas, bhakti penganyar yang dilaksanakan hari ini merupakan salah satu wujud dari srada bakti kita kepada sesuunan yang berstana di pura pucak penulisan untuk memohon keselamatan bagi Kabupaten Bangli, Provinsi Bali bahkan bangsa Indonesia bisa diberi keselamatan kerta rahayu, selalu dilimpahkan karunianya untuk dapat menjalankan tugas di tempat tugas masing – masing baik di rumah dan masyarakat.

“ Hal ini juga merupakan salah satu upaya untuk menjalankan konsep Tri Hita Karana yaitu menjaga hubungan antara manusia dengan sang pencipta, manusia dengan sesama dan manusi dengan alam,” katanya.

Menurut bupati asal Bunutin itu, bhakti penganyar juga momentum untuk mendoakan agar warga yang tertimpa bencana di Sulawesi Tengah diberi kekuatan  atas muzibah yang dialami. ( rls/bas)

Tinggalkan Komentar...