Bupati Made Gianyar didampingi Wabub Sedana Artha dan Sekda IB Giri Putra saat menghaturkan upacara Penaung Bayu di Pura Batu Madeg Besakih
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Bangli, balipuspanews.com- Pemkab Bangli yang dipimpin langsung oleh Bupati Bangli Made Gianyar ngaturang Bakti Penaung Bayu di Pura Batu Madeg Rabu ( 7/11/2018). Pada kesempatan tersebut turut hadir Wakil Bupati Bangli beserta Nyonya, Sekda Kabupaten Bangli, Pimpinan OPD dan ASN dilingkungan Pemkab Bangli.

Maggala Karya Jro Mangku Widiarta sekaligus Selaku Bendesa Adat Besakih menyampaikan, upacara yang di laksanakan pada hari ini yang diawali dengan nedunang Ida Batara pada hari senin yang lalu, pada saat ini dilaksanakan upcara peneduh Bayu tepatnya pada sasih Tilem Kalima yang jatuh pada hari Rabu.

Dijelaskan lebih lanjut, esensi dari Upacara Penaung bayu adalah berasal dari dua kata yaitu penaung yang artinya melindungi dan bayu adalah tenaga atau kekuatan, artinya adalah Pura Batu Madeg ini merupakan satu kesatuan dua puluh lima komplek pura dari pura yang terbesar adalah pura catur lokapala yang ada di utara yaitu Pura Batu Madeg dimana puncaknya adalah karya Penaung Bayu yang hari ini telah dilaksanakan dimana dalam prosesi upacara ini di puput oleg dua sulinggih yaitu yang pertama Ida Padanda Made Manggis Dari Geria Gaga Siladan dan ida Padanda istri Buda Kania Geria Alangajeng Nongan.

Kaitanya dengan makna yang terkandung didalamnya adalah merupakan sumber kehidupan, kenapa dikatakan sumber kehidupan, karna dilihat dari warna, disini adalah warna Hitam, hitam menyimbulkan kesuburan bagi seluruh isi alam semesta.

“ Puncak karya panaung bayu ini juga merupakan wujud puji syukur kepada Ida Batara yang Wisnu yang berstana di Pura Batu Madeg sebagai simbul utara berkaitan dengan Catur Loka Pala yang ada di Pura Besakih,” terangnya.

Hal ini merupakan rangkaian dari karya empat di pura Besakih.  Pura gelap adalah Simbul timur, Pura Kiduling Kreteg  mewakili arah selatan untuk memuja Dewa Brahma,Pura Ulun Kulkul Mewakili Arah Barat untuk memuja Dewa Mahadewa dan  Pura Batu Madeg  mewakili arah utara  untuk memuja Ida Batara Wisnu. Prosesi  penaung bayu sebagai simbul turunnya air dalam perwujudan Dewa Wisnu sekaligus memberikan kekuatan bagi seluruh mahluk yang ada di alam ini.

Sementara itu Bupati Bangli I Made Gianyar menyampaikan, bhakti yang  lakukan adalah wujud syukur sebagai umat sekaligus sebagai pengempon Pura Batu Madeg atas karunia yang telah diberikan, karya penaung bayu ini juga merupakan salah satu upacara yang  dipersembahkan agar sebagai umat diberikan perlindungan dan kekuatan sesuai dengan makna yang terkandung dalam Penaung Bayu itu sendiri.

“Semoga dengan telah dilaksnakan bhakti ini, kita semua selalu diberikan kekuatan dan perlindungan dalam menjalankan tugas sesuai dengan swadarma baik darma agama dan darma negara di tempat tugas masing masing untuk memnerikan pelayanan terbaik pada masyarakat untuk mewujudkan Bangli yang Gita Santi,” Kata Made Gianyar. ( rls/bas)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...