Pemkab Bangli Usulkan Jalan Lintas Segi Tiga Emas untuk Pembangunan Pariwisata

IB Giri Putra, Sekretaris Daerah Bangli (istimewa).
IB Giri Putra, Sekretaris Daerah Bangli (istimewa).

BANGLI, balipuspanews.com – Kunjungan pejabat tinggi Kementerian Bappenas Kabinet Indonesia Maju beberapa hari lalu ke Bangli, Bali, diharapkan menjadi sinyal positif bagi kabupaten berhawa sejuk itu meningkatkan pembangunan pariwisata untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Jalan tersebut akan semakin terbuka jika pembangunan bandara di Bali utara dan pelabuhan cruise tanah Ampo Karangasem berjalan mulus serta cepat dioperasikan dengan cepat.

Sekda Bangli IB Gde Giri Putra menyebutkan, adanya rencana pembangunan bandara di Singaraja dan pelabuhan cruise Tanah Ampo bisa menjadikan Bangli sebagai daerah segi tiga emas.

“Kita ingin membuat program dengan kedatangan Bappenas ini bagaimana membuat jalan lintas ke Bangli, dengan ada di tengah- tengah sehingga menjadi daerah segi tiga emas untuk cepat dikunjungi wisatawan,” kata Gus Giri.

Mantan Sekwan dan kepala Bapeda Bangli ini menegaskan, potensi Bangli sangat luar biasa sehingga perlu didorong, dimotivasi agar bisa berkembang.

Adik kandung mantan bupati Bangli IB Ladip ini juga mengharapkan, dengan kedatangan rombongan Bappenas akan memperkenalkan Bangli lebih luas kalau di Bangli ada hotel yang representatif, tempat pertemuan yang representatif yang sangat layak untuk dikunjungi.

“Bappenas bisa memberikan informasi bahwa tidak semua kegiatan pariwisata dilakukan di Denpasar dan Badung. Bosan dengan pantai sesekali cari view gunung dengan danaunya. Sambil ya, untuk pemerataan,” sebut Gus Giri.

Gus Giri juga menyebutkan, dalam waktu dekat akan ada revitalisasi Danau Batur karena termasuk dari 15 danau prioritas yang mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

Secara kearifan lokal kata Gus Giri, percaya tidak percaya, kalau dahulu orang sukses di Bali selalu menghaturkan suwinih kepada Dewi Danau karena dianggap sebagai Dewa Kemakmuran.

“Mestinya di dalam kekinian, pemerintahan yang sudah modern, tidak boleh dong yang memberikan kemakmuran dilalaikan. Minimal, kami Didorong lah dalam pengembangan. Kami bukan mau mengemis. Kami tidak ingin mengemis. Yang proporsional. Ya jasanya, atau lingkungannya sehingga aksesibilitas yang diharapkan gubernur akan lebih nyata. Dengan demikian ada keseimbangan Bali Selatan, tengah dan utara,” kata Gus Giri.

Gus Giri menegaskan, bicara pariwisata adalah bicara Bali secara utuh. Karena masing- masing kabupaten punya keunikan tersendiri.

“Pariwisata menjadi tulang punggung Bali dan menjadi kuenya rakyat Bali,” sebutnya.

PENULIS/EDITOR : Oka Suryawan