Pemkab Buleleng Alokasikan Anggaran Rp. 3 Miliar untuk Penanganan Bencana Alam

Suasana rapat terkait pembahasan anggaran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Gede Supriatna beserta anggota di ruang rapat DPRD Buleleng, Selasa (13/10/2020)
Suasana rapat terkait pembahasan anggaran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Gede Supriatna beserta anggota di ruang rapat DPRD Buleleng, Selasa (13/10/2020)

BULELENG, balipuspanews.com – Rapat terkait pembahasan pengalokasian anggaran diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Gede Supriatna beserta anggota di ruang rapat DPRD Buleleng, Selasa (13/10/2020). Bahkan rapat anggaran ini dihadiri juga oleh Tim TAPD Pemkab Buleleng dan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Buleleng.

Dalam rapat tersebut Pemkab Buleleng meminta untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3 Miliar untuk penanganan bencana alam. Anggaran tersebut nantinya dimasukkan ke dalam Belanja Tak Terduga (BTT).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng Gede Suyasa menjelaskan bahwa langkah ini begitu penting diambil oleh Pemkab Buleleng sebagai langkah antisipasi dalam menghadapi kemungkinan adanya bencana alam, sebab beberapa wilayah yang ada di Bali akhir-akhir ini telah menunjukkan terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

“Dalam evaluasi Gubernur telah menginstruksikan langsung agar memperhitungkan kembali kejadian-kejadian di luar prediksi dan kendali. Setelah dibahas melalui rapat FKPD, Buleleng memiliki potensi terjadinya bencana alam di luar Covid-19 yang harus menjadi perhatian,” paparnya.

Bahkan di anggaran BTT yang semulanya telah dialokasi sejumlah Rp 46 Miliar belum melakukan estimasi terhadap bencana alam. Seluruhnya tetap masih menjurus pada bencana sosial non alam yakni bencana covid-19.

Sehingga, pada penyampaian APBD perubahan ini terdapat penyesuaian dan salah satunya estimasi dana BTT terkait bencana alam. Melihat struktur yang ada pihaknya melihat ada penambahan dana di BTT perubahan.

“Secara struktur APBD tidak ada perubahan baik pendapatan ataupun belanja daerah, melainkan di belanja tidak terduga mengalami perubahan sehingga totalnya bertambah menjadi Rp 49 Miliar,” ungkapnya.

Dengan melihat adanya dana tambahan sejumlah Rp 3 Miliar yang seluruhnya bersumber dari belanja pegawai yakni Tunjangan Hari Raya (THR) pejabat eselon II. Bahkan hal ini sebelumnya, sudah sesuai instruksi langsung pemerintah pusat bahwa pejabat eselon II tidak menerima THR.

Lebih jauh realisasi BTT yang telah digunakan dalam penanganan covid-19 di Buleleng. Sampai saat ini jumlahnya telah mencapai Rp. 42 Miliar lebih dan sisa anggarannya sebesar Rp. 3,2 Miliar. Melihat hal itu tambahan dana tersebut diperkirakan akan sampai pada akhir tahun 2020.

“Dilihat dari kebutuhan juga, sisa anggaran BTT yang digunakan dalam penanganan covid-19 ini dinilai cukup hingga akhir tahun ini. Mengingat saat ini Pemkab Buleleng tidak lagi menyalurkan bantuan seperti BST kepada masyarakat,” pungkasnya

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan