Jumat, Februari 23, 2024
BerandaJembranaPemkab Jembrana Gelar Upacara Melabuh Gentuh Uncal Balung di Pantai Muara Perancak

Pemkab Jembrana Gelar Upacara Melabuh Gentuh Uncal Balung di Pantai Muara Perancak

JEMBRANA, balipuspanews.com– Untuk pertama kalinya, Pemkab Jembrana menggelar Upacara Melabuh Gentuh, Selasa (26/9/2023) di Pantai Taman Ujung Perancak.

Upacara pada Angara Kasih Tambir ini sebagai wujud menjaga keharmonisan dengan alam serta memohon keselamatan agar tidak terjadi bencana saat di laut maupun daratan. Sarana caru digunakan  dengan mulang pekelem kebo, kambing, angsa, bebek, serta ayam ditengah laut oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba beserta jajaran Forkopimda Jembrana.

Upacara Melabuh Gentuh Uncal Balung untuk tingkat Kabupaten pertama kali dilaksanakan oleh Pemkab Jembrana setelah sebelumnya upacara serupa tingkat provinsi dilaksanakan di Gilimanuk.

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba mengatakan upacara digelar guna menghindari terkontaminasi energi negatif dari bhuta kala tiga dungulan, sehingga perlu dilaksanakan pembersihan Jagat.

“Ngaturan Pakelem Melabuh Gentuh, jadi dengan sarana kebo, angsa, bebek, ayam, dan sesajen kambing juga dan dipuput oleh Ida Pedanda saking Griya Ketugtug,” ujarnya.

Karya Mulang Pakelem Melabuh Gentuh mungkin baru pertama kali dilakukan yang tujuannya tentu untuk memohon keselamatan.

“Tetujon (Tujuan) untuk semeton kita yang mencari kehidupan di laut hasil ikannya biar bertambah untuk nelayan termasuk juga kita pemerintahan berjalan baik dalam rangka mewujudkan Jembrana Emas 2026. Dumogi ring sejeroning ngemargian karya melabuh gentuh puniki memargi antar lan rahayu sareng sami jagat bali lan Jagat jembrana unteng nyane (di Jembrana pada khususnya),”  tegasnya.

BACA :  Dorong Keran Investasi di Indonesia, Bank Mandiri Gelar Mandiri Investment Forum

Sementara itu, Ida Pedanda Gede Ketut Putra Kemenuh dari Griya Ketugtug, menjelaskan, prosesi ini disebut Tawur Labuh Gentuh yang bertujuan menetralisir hal-hal negatif. Tujuannya untuk marisuda sahananing netehin gumi atau menetralisir entitas-entitas negatif yang ada di muka bumi.

Selain itu guna  memohonkan kepada yang kuasa supaya dijauhkan dari bencana.

“Upacara ini juga wujud ucapan  terimakasih kepada penguasa laut dalam hal ini hyang Baruna, atas hasil lautnya yang melimpah sehingga tetap terjaga,” jelas Ida Pedanda.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular