Pemkab Karangasem Maknai Tumpek Uye Sebagai Perwujudan Kasih terhadap Binatang

Maknai pelaksanaan Tumpek Uye dengan konsep Segara Kerthi Pemkab Karangasem merayakan di Pantai Jasri
Maknai pelaksanaan Tumpek Uye dengan konsep Segara Kerthi Pemkab Karangasem merayakan di Pantai Jasri

KARANGASEM, balipuspanews.com – Pemerintah Kabupaten Karangasem Melaksanakan perayaan Tumpek Uye (Segara kerthi) melalui tatanan kehidupan masyarakat Bali di Pantai Jasri Kecamatan Karangasem, pada Sabtu Kliwon Uye (27/8/2022).

Seperti yang diketahui Tumpek Uye merupakan hari untuk memuja keagungan Tuhan Yang Maha Esa melalui pemeliharaan atas ciptaan-Nya berupa binatang ternak atau peliharaan.

Tumpek Uye juga dikenal dengan sebutan Tumpek Kandang yang jatuh setiap enam bulan sekali yaitu pada Sabtu Kliwon Wuku Uye sesuai perhitungan kalender Bali.

“Pada hari ini umat Hindu membuat upacara memuja keagungan Tuhan Yang Mahaesa sebagai Siva atau Pasupati, yang memelihara semua makhluk di alam semesta ini.

Pemujaan kepada Tuhan Yang Mahaesa ini diwujudkan dengan memberikan upacara selamatan terhadap semua bintang, khususnya binatang ternak atau hewan peliharaan,” ujar Bupati Gede Dana yang hadir langsung bersama Wakil Bupati, I Wayan Artha Dipa.

Baca Juga :  Piala Dunia 2022 Qatar, Bukti Agama dan Sepak Bola Bisa Menyatu dalam Perbedaan

Menurutnya, dalam ajaran agama Hindu, keharmonisan hidup dengan semua makhluk dan alam semesta senantiasa diamanatkan.

Manusia hendaknya selaras dan hidup harmonis dengan alam semesta, khususnya bumi ini dan dengan ciptaan-Nya yang lain, termasuk tumbuh-tumbuhan dan binatang.

Dalam ajaran Hindu, semua makhluk diyakini memiliki jiwa yang berasal dari Tuhan Yang Mahaesa. Doa umat Hindu sehari-hari (dalam puja Tri Sandhya) dengan tegas menyatakan: Sarvaprani hitankarah (hendaknya semua makhluk hidup sejahtra) adalah doa yang bersifat universal untuk keseimbangan jagat raya dan segala isinya.

“Disisi lain, upacara selamatan kepada binatang dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa kasih sayang kepada semua binatang, khususnya binatang ternak atau peliharaan. Bagi masyarakat agraris, binatang khususnya sapi sangat membantu manusia.

Baca Juga :  Kroasia 'Tidak Akan Tertipu' Oleh Rumor Keretakan Di Timnas Belgia

Tenaganya untuk bekerja di sawah, susunya untuk kesegaran dan kesehatan manusia bahkan kotorannya bermanfaat untuk menyuburkan tanaman,” imbuh Gede Dana

Dalam kaitan perayaan nilai nilai tradisi masyarakat Bali melalui perayaan Tumpek Uye. Pemerintah Kabupaten Karangasem di samping merayakan kegiatan secara niskala maka kegiatan sekala juga diisi dengan program kegiatan vaksinasi hewan peliharaan yang dilakukan oleh instansi terkait seperti misalnya vaksinasi untuk mengantisipasi penularan penyakit PMK.

“Semoga kegiatan perayaan Tumpek Uye dapat memberikan. Nilai manfaat baik secara niskala maupun sekala mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Bupati Gede Dana.

Sementara itu, bersamaan dengan upacara Tumpek Uye, juga dilaksanakan upacara segara kerthi yang bermakna untuk menjaga kesucian atau kelestarian pantai dan lautan serta berbagai sumber-sumber alam yang ada didalamnya serta untuk menjaga vibrasi energi positif pada samudera.

Baca Juga :  Tugas Malam, Satpam PDAM Badung Ditemukan Gantung Diri

Penulis : Gede Suartawan

Editor : Oka Suryawan