Jumat, Juli 26, 2024
BerandaKlungkungPemkab Klungkung Akan Melakukan Vaksinasi Rabies Lebih Awal

Pemkab Klungkung Akan Melakukan Vaksinasi Rabies Lebih Awal

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung akan melakukan vaksinasi rabies lebih awal di tahun 2021. Hal tersebut diungkapkan Kadis Pertanian Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Juanida ketika dikonfirmasi, Jumat (8/1/2021).

“Jadwal vaksinasi tahun ini dimulai lebih dini, bukan Bulan April lagi seperti sebelumnya. Jadi sekarang kita sediakan waktu lebih banyak, di samping juga kita mengurangi kerumunan sehinga bisa terbagi orang-orang yang datang untuk memvaksin anjingnya,” ujar Juanida.

Juanida menegaskan, pada tahun 2020 lalu pihaknya menargetkan vaksinasi terhadap 20.000 ekor hewan peliharaan penular rabies seperti anjing maupun kucing. Hanya saja karena kondisi pandemi, realisasinya baru 11.123 ekor.

“Kami saat masa pandemi fokus melakukan vaksinasi di Balai Banjar. Kalau penyisiran ke rumah-rumah penduduk untuk vaksinasi kami tiadakan, agar tidak melanggar protokol kesehatan,” ungkap Ida Bagus Juanida.

Vaksinasi hewan penular rabies sudah dilakukan dibeberapa desa, yaitu Desa Dawan Kaler dan Dawan Kelod, Kecamatan Dawan.

“Kami saat masa pandemi fokus melakukan vaksinasi di Balai Banjar. Kalau penyisiran ke rumah-rumah penduduk untuk vaksinasi kami tiadakan, agar tidak melanggar protokol kesehatan,” ungkap Ida Bagus Juanida.

BACA :  Ditinggal Sholat, Sepeda Motor Raib

Terkait target vaksinasi tahun ini, pihaknya masih menunggu kepastian distribusi vaksin dari pemerintah pusat.

Sementara vaksinasi anjing rabies tahun ini, masih memanfaatkan vaksin yang tersisa tahun 2020 lalu.

Berdasarkan data di Dinas Pertanian, selama tahun 2020 terdapat 13 kasus gigitan anjing rabies di Klungkung.

Sementara cakupan vaksinasi rabies terhadap hewan di Klungkung pada tahun 2020 lalu baru sekitar 55 persen, karena terkendala pandemi.

Dari 13 kasus tersebut, tidak hanya disebabkan oleh anjing liar, tetapi beberapa kasus dari anjing peliharaan yang tidak divaksinasi.

Penulis/Editor : Roni/Budiarta

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular