Pemkab Komitmen Jaga Tingkat Inflasi di Buleleng

- Advertisement -
- Advertisement -

BULELENG, balipuspanews.com – Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkesinambungan, dan berkeadilan maka dipandang perlu juga untuk terus menjaga tingkat inflasi khususnya di Kabupaten Buleleng. Hal itu menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng agar tetap komitmen menjaga tingkat inflasi yang ada.

Hal tersebut terungkap saat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Buleleng Ni Made Rousmini, S.Sos., dalam High Level Meeting ( HLM) tim pengendalian inflasi daerah Kabupaten Buleleng, yang diselenggarakan di Kantor Bupati Buleleng, Kamis (23/12/2021).

“Rapat ini merupakan wujud sinergi dan komitmen bersama kita. Tingkat inflasi harus kita jaga juga untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

HLM TPID Kabupaten Buleleng mengambil tema “Sinergi Pemasaran Hasil Pertanian Buleleng dalam Menegndalikan Inflasi Daerah” ini dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pmebnagunan setda kabupaten Buleleng, Ni Made Rosumini, S.Sos. dihadiri Oleh Deputi Direktur BI Provinsi Bali Donny Heatubun, Perwakilan dari Polres Buleleng, Pimpinan Dinas terkait, Perwakilan Bank Cabang Singaraja, Perumda Buleleng, dan Tim TPID Buleleng.

BACA :  Gubernur Bali Apresiasi Pandangan Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Perubahan APBD 2026

Pada kesempatan itu pula dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Perumda Pasar Argha Nayottama, Perumda Swatantra dan Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam Hal ini Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng tentang Kerjasama di Bidang Pertanian melalui sinergi pemasaran hasil pertanian Buleleng dalam pengendalian inflasi daerah.

Pada kesempatan itu, pihaknya mewakili Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana mengapresiasi apa yang telah dilakukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Buleleng bersama instansi vertikal telah menjaga stabilitas harga dan kelancaran pasokan komuditi pangan di tengah pandemi Covid-19. Dengan segala upayanya, ketersediaan dan harga komoditi pangan di Buleleng dapat dijaga stabil.

“Semuanya harus dijjaga baik, karena inflasi juga berpengaruh terhadap kesejahteraan hidup serta bagi dunia usaha,” paparnya.

Sementara itu, Deputi Direktur Bank Indonesia Provinsi Bali Donny Heatubun mengatakan bahwa HLM atau TPID memang diharapkan kinerja baiknya pada setiap daerah. Pihaknya juga memaparkan masing-masing kepala daerah memiliki konsen yang baik karena nantinya yang akan merasakan manfaatnya adalah masyarakat daerah itu sendiri.

BACA :  Bupati Kembang Tinjau Rehabilitasi Sejumlah Sekolah di Jembrana

“Kalau inflasi itu bisa kita jaga, tentunya daya beli masyarakat akan terjaga juga,” terangnya.

Sehingga dirinya mengharapkan setiap kepala daerah menjaga stabilitas harga. Dengan cara segera menginstruksikan jajaran terkait dibawahnya untuk mengendalikan harga komoditas jika ada yang harganya mengalami kenaikan.

“Inflasi itu memahami ada 4K, Ketersediaan bahan pangan, Keterjangkauan harganya, Kelancaran distribusi dan Komunikasi yang efektif bagi masyarakat,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular