Launching dan FGD (Focus Disscusion Group) Rama Dewa Community Plan (Komunitas Rasa Aman di Desa Wisata), Rabu (21/8) pagi
Launching dan FGD (Focus Disscusion Group) Rama Dewa Community Plan (Komunitas Rasa Aman di Desa Wisata), Rabu (21/8) pagi
sewa motor matic murah dibali

TABANAN, balipuspanews.com –Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Tabanan, menggelar Launching dan FGD (Focus Disscusion Group) Rama Dewa Community Plan (Komunitas Rasa Aman di Desa Wisata), Rabu (21/8) pagi, di Kantor Perbekel Desa Nyambu, Kediri.

Diskusi santai yang dihadiri oleh sekitar 50 0rang tersebut dibuka secara langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tabanan, AA. Dalem Tresna Ngurah, didampingi Kepala Bapelitbang Kabupaten Tabanan, IB. Wiratmaja. Nampak hadir pada kesempatan tersebut, Kadis Sosial Kabupaten Tabanan, Nyoman Gede Gunawan, dan Kadis Perikanan Tabanan, Raka Iswara.

Rama Dewa Community Plan adalah sebuah komunitas yang melaksanakan kegiatan perlindungan masyarakat, kependudukan dan kepariwisataan, dan memilih Desa Nyambu sebagai Pilot Project, jelas I Gusti Ayu Ketut Karyani, saat mempresentasikan kegiatan tersebut dihadapan seluruh undangan yang hadir saat itu.

Dirinya menambahkan sudah tentu dengan adanya Komunitas Rasa Aman di Desa Wisata memberikan manfaat bagi masyarakat. Diantaranya menjamin pelayanan bagi PMKS, menjamin rasa aman masyarakat dan wisatawan, menurunkan angka kemiskinan, menurunkan angka bencana, membangun infrastruktur yang mantap, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan lainnya.

IB. Wiratmaja menjelaskan, Rama Dewa Community Plan ini berfungsi untuk mewadahi keluhan masyarakat dan ini merupakan posko pengaduan atau posko pendataan yang nantinya dimohonkan pendanaannya.

“Semuanya akan kami rancang di Bapelitbang, tentu nanti leading sektornya kembali kepada Desa. Ada sharing dari kami dan Desa menjadi Percontohan,” tegasnya.

Program ini merupakan program perdana di Desa Wisata Nyambu, dan diharapkan nanti kedepannya bisa diterapkan di 22 Desa Wisata lainnya di Kabupaten Tabanan. “Percontohan dulu, pilot projectnya ada disini. Dan mudah-mudahan kedepan bisa diterapkan di 22 Desa Wisata lainnya.” imbuh Wiratmaja.

Sebagaimana diketahui bahwa, salah satu strategi dalam mewujudkan Tabanan Serasi sesuai Perda nomor 11 Tahun 2017 tentang RPJMD 2016-2021 adalah menggerakan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis  usaha pertanian dan pariwisata.

Sejalan dengan hal tersebut, Bupati Tabanan yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tabanan, AA. Dalem Tresna Ngurah mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta FGD, khususnya Bapelitbang Tabanan.

“Model ini harus diimplementasikan dalam bentuk kegiatan nyata, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Nyambu, khususnya. Dan semoga dapat berdampak luas bagi kawasan disekitarnya,” ungkap Gung Dalem.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada seluruh hadirin yang saat itu hadir agar memberikan masukan-masukan positif dalam rangka pengembangan Desa Wisata Nyambu, serta keseriusan, komitmen dan fokus serta semangat yang tinggi bagi seluruh pemangku kepentingan,” ungkapnya.

Pihaknya juga menghimbau Bapelitbang Kabupaten Tabanan dan seluruh stakeholders terkait, agar merencanakan konsep pengembangan Rama Dewa Community Plan ini dengan secermat-cermatnya, sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan kualitas hidup masyarakat Desa Nyambu dan desa-desa lainnya di Kabupaten Tabanan. (Rls/bpn/tim)