Uji coba Program e-Retribusi Pasar bagi para pedagang, bertempat di Pasar Kediri, Tabanan

Tabanan, balipuspanews.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama Bank BPD Bali Cabang Tabanan dan Aino Indonesia, melakukan uji coba Program e-Retribusi Pasar bagi para pedagang, bertempat di Pasar Kediri, Senin(12/07).

Program ini dilakukan guna mewujudkan peningkatan efektivitas dan efesiensi para petugas pasar dalam melaksanakan tugasnya, serta dalam rangka mencapai tujuan peningkatan Pendapatan Asli Daerah(PAD).

Di samping itu, juga bertujuan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia(SDM), peningkatan sarana prasarana dan menumbuh kembangkan kedisplinan dari para stakeholder(pedagang).

Uji coba e-Retribusi Pasar ini, dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tabanan I Wayan Miarsana. Hadir dalam acara tersebut Direktur BPD Bali Cabang Tabanan Ida Bagus Gd Ary Wijaya Guntur, Widyaiswara Provinsi Bali, pihak Aino Indonesia dan Perwakilan dari OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Dalam laporannya, Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabanan I Gusti Putu Bagus Sudika mengatakan, dalam usaha mewujudkan peningkatan efektivitas dan efesiensi para petugas pasar dalam melaksanakan tugasnya serta dalam rangka mencapai tujuan peningkatan Pendapatan Asli Daerah(PAD), Peningkatan kualitas sumber daya manusia(SDM), peningkatan sarana prasarana dan menumbuhkembangkan kedisplinan dari para stakeholder(pedagang).

Dia menambahkan, ini adalah upaya Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal salah satunya melalui revitalisasi pasar rakyat yang bertujuan untuk mengembangkan daya saing pasar, sehingga memiliki kekuatan dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan.

“Pasar rakyat memiliki berbagai kelemahan dan menjadi karkater yang sulit dirubah. Kelemahan sumber daya manusia pedagang harus mendapat penanganan yang lebih intensif lagi. Dari kelemahan ini, terciptalah inovasi proyek perubahan e-retribusi pasar yang digagas oleh peserta diklat Kepemimpinan Tingkat III angkatan XV Provinsi Bali serta didukung oleh pemerintah Kabupaten Tabanan,karena program ini bertujuan untuk mewujudkan Tabanan yang Smart City serta menuju Tabanan Serasi, Tabanan yang Sejahtera, Aman dan Berprestasi,” ujar Sudika.

Lanjut Sudika, sasaran e-retribusi pasar tersebut sebanyak 13 pasar yang ada di kabupaten Tabanan, dan program ini rencananya akan di-launching sekitar bulan September-Oktober.

“Program e-retribusi pasar ini menyasar 13 pasar yang ada di Tabanan, dan antara bulan September Oktober rencananya akan kami launching,” katanya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan dalam sambutannya yang dibacakan oleh asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda kabupaten Tabanan I Wayan Miarsana mengatakan, di era otonomi daerah ini, daerah diberikan kewenangan yang lebih besar untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri.

Tujuannya adalah untuk lebih mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat dan memudahkan masyarakat untuk memantau dan mengontrol penggunaan danayang bersumber dari Angggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Sumber-sumber penerimaan daerah yang potensial harus digali secara maksimal, termasuk di dalamya adalah retribusi pasar.
“Retribusi pasar merupakan salah satu unsur penyumbang Pendapatan asli Daerah yang cukup potensial, sehingga harus digali secara maksimal sesuai dengan koridor peraturan perundangan undangan yang berlaku,” ujar Miarsana.

Menurut Miarsana, selama ini pemungutan dan penyetoran retribusi pasar masih menggunakan sistem konvensional yaitu melaksanakan pemungutan langggsung kepada pedagang pasar yang dilakukan oleh petugas pemungut, sehingga kurang efesien dan efektif.

Selain itu, kontrol terhadap target pendapatan tidak dapat dimonitor secara langsung, bahkan dapat terjadi kebocoran dalam pemenuhan target pendapatan retribusi.

Pembenahan pasar tradisional menjadi tempat belanja yang bercitra positif dan mampu menarik minat berbagai kalangan masyarakat adalah suatu tantangan yang cukup berat dan harus diupayakan sebagai rasa tanggung jawab kepada publik.

“Pembenahan pasar baik dari segi sarana maupun SDM-nya tentu saja bukan hanya tugas pemerintah tetapi menjadi tugas kita bersama, tugas masyarakat, pengelola pasar dan para pedagang tradisional untuk bersinergi sehinggga pasar tradisional masih tetap eksis di tengah persaingan yang semakin ketat,” kata Miarsana.

Dalam kesempatan ini, para pedagang di pasar Kediri diberi kesempatan untuk melakukan uji coba kartu e-retribusinya.