Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Selly Dharmawijaya Mantra, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, Wakil Ketua Dekranasda, Ny. Antari Jaya Negara foto bersama model seusai pagelaran Fashion Show
Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Selly Dharmawijaya Mantra, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, Wakil Ketua Dekranasda, Ny. Antari Jaya Negara foto bersama model seusai pagelaran Fashion Show

DENPASAR,  balipuspanews.com – Pengembangan endek lewat inovasi perajin dan insan kreatif Denpasar mendapatkan tempat dan ruang ekspresi dari Pemkot Denpasar. Pada tahun 2019 ini Pemkot Denpasar bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar menggelar acara bertajuk “Denpasar Fashion Festival (DFF)” yang diadakan di area Taman Kumbasari, pada Minggu (29/12) kemarin.

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Selly Dharmawijaya Mantra. Turut hadir juga Sekretaris Daerah Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, Wakil Ketua Dekranasda, Ny. Antari Jaya Negara, Asisten 1 Sekda Kota Denpasar, I Made Toya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Nyoman Sri Utari, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Denpasar, Lili dan beberapa pimpinan OPD Setda Kota Denpasar.

Ketua Dekranasda Denpasar, Ny. Selly Dhamawijaya Mantra mengatakan keindahan kain endek memiliki potensi unggulan tradisi lokal menjadi sebuah tren mode, yang tidak meninggalkan ciri khas sebagai kain adat budaya daerah. “Endek salah satu waris budaya Bali sebagai kain tradisional yang masih dipergunakan hingga saat ini, serta inovasi terus dilakukan untuk meningkatkan kecintaan dan kebanggaan generasi muda terhadap kain endek,” ujar Ny Selly.

Lebih lanjut dikatakannya, kegiatan Fashion Show kali ini diharapkan dapat menginformasikan kepada masyarakat luas bahwa fashion show bukan suatu hal yang glamour/mewah, tapi lebih kepada berwawasan budaya yang mengangkat kain tenun ikat khas Bali. “melalui Denpasar Fashion Festival ini diharapkan agar masyarakat lebih senang memakai tenun ikat ini, dan kami juga tetap mengadakan pelatihan – pelatihan untuk menunjang pelestarian kain Endek itu sendiri.) pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Nyoman Sri Utari mengatakan Denpasar Fashion Festival kali ini mengangkat konsep Fashion Street Show dengan tema “Lila Cita” atau bersenang – senang “Fashion Show kali ini dilaksanakan di sungai agar mengenalkan masyarakat bahwa fashion itu tidak hanya di tempat – tempat yang mewah tetapi bisa dilakukan dimana saja,” Ujar Sri Utari

Lebih lanjut dikatakan bahwa acara Denpasar Fashion Festival tahun ini menggandeng 68 orang model yang akan memperagakan busana Endek Casual dari 10 Designer dari Asosiasi Bordir, Endek, dan Songket Kota Denpasar. Selain itu dalam Fashion Show ini juga dimeriahkan oleh pegawai dari Lapas Perempuan Klas II A Kota Denpasar.

“kami berharap dengan berlangsungnya acara Denpasar Fashion Festival ini dapat memperkenalkan dan mempromosikan kain tradisional kepada masyarakat Kota Denpasar sebagai pusat fashion di Provinsi Bali. Selain itu juga dapat mempromosikan Taman Kumbasari ini selain sebagai tempat rekreasi juga dapat dijadikan untuk melangsungkan even – even tertentu termasuk even Fashion Show seperti saat ini.” Pungkasnya. (Rls/bpn/tim)