Pemprov Fasilitasi Kerjasama Pemasaran Beras Organik Bali

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama pemasaran Beras organik Petani Bali antara Produsen dan Pembeli di Subak Sangeh, Abiansemal, Badung
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama pemasaran Beras organik Petani Bali antara Produsen dan Pembeli di Subak Sangeh, Abiansemal, Badung

BADUNG, balipuspanews.com – Sebagai implementasi Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik berbagai program dan kegiatan telah dilakukan Pemprov Bali melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Dalam rangka memfasilitasi pemasaran beras organik Bali, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali IB Wisnuardhana, (27/8) telah melakukan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara PT. Bali Sri Organik (BSO) dibawah pimpinan Ida Bagus Gede Arsana selaku produsen dengan PT. Meta Inti Duta selaku pembeli, sedangkan agen pemasarannya adalah PT. Jagat Raya Semesta.

Disamping itu, berbagai bentuk kegiatan lain dalam mensosialisasikan dan mengedukasi petani pentingnya pertanian organik. Dukugan lainnya berupa menyediakan pupuk dan pestisida organik, memfasilitasi kelompok tani organik dalam memperoleh sertifikat organik, termasuk memfasilitasi pemasaran produk petani yang telah melaksanakan budidaya organik juga dilaksanakan.

Tak hanya memfasilitasi saja, sambung Wisnuardhana, upaya selama ini dilakukan untuk menghasilkan dan mengembangkan sistem pertanian organik dilakukan dengan mengembangkan pada lahan sawah dikembangkan 250 Ha padi organik sebagai percontohan. Pada komoditi sayuran dilaksanakan demonstrasi plot budidaya bawang merah organik seluas 1 Ha di Desa Buahan, Kintamani.

Selain itu, untuk komoditi perkebunan dilaksanakan kegiatan integrasi tanaman kopi dengan ternak kambing di Desa Kebon Padangan, Pupuan.

“Dalam PKS disepakati tersebut PT. BSO akan memasok sebanyak 35 ton beras per bulan kepada PT. Meta Inti Duta yang beralamat di Jakarta. Kebutuhan beras organik Bali tersebut akan dipenuhi dari produksi Subak Sangeh (24,25 Ha), dan Subak Sengempel (4,25 Ha) dan untuk menjamin kontinuitas juga akan dipenuhi dari subak-subak lainnya yang telah menerapkan pertanian organik,” paparnya.

Penandatanganan PKS dilaksanakan di Subak Sangeh, Abiansemal, Badung oleh kedua belah pihak dihadapan krama Subak Sangeh dan Distan Bali. Wisnuardhana berharap kerjasama ini dapat dilaksanakan berkelanjutan dan diperluas karena akan sangat membantu dalam meningkatkan pendapatan petani.

Hal ini karena nilai tambah yang diperoleh petani dengan menjual beras organik dan langsung ke pembeli pasti lebih tinggi. Harganya dapat lebih dari Rp. 15.000,-/kg dibandingkan menjual beras non organik yang harganya pada kisaran Rp. 10.000,- sampai Rp. 12.000,-/kg, apalagi dengan menjual dalam bentuk gabah yang kisaran harganya Rp. 4.000, sampai dengan Rp. 4.700,-/kg.

Penulis/Editor : Budiarta/Oka Suryawan