Penanaman Pohon di Pelaga, Bentuk Yadnya Dalam Menjaga Alam

Gerakan penanaman pohon ini di Kawasan Subak Abian Giri Utama, Desa Pelaga, Sabtu (27/11/2021)
Gerakan penanaman pohon ini di Kawasan Subak Abian Giri Utama, Desa Pelaga, Sabtu (27/11/2021)

BADUNG, balipuspanews.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta turun langsung memimpin gerakan penanaman pohon di Kawasan Subak Abian Giri Utama, Desa Pelaga, Sabtu (27/11/2021). Hal ini bertujuan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan motivasi bagi masyarakat serta generasi milenial.

Adapun pohon yang ditanam sebanyak 50 bibit pohon Pule, serta sumbangan dari  Yowana Kabupaten Badung sebanyak 50 pohon yang terdiri dari bibit pohon Mahoni dan Majegau.

Turut hadir DPRD Kabupaten Badung I.G.A. Agung Ayu Inda Trimafo Yudha dan I Gusti Lanang Umbara, Kepala DLHK Badung I Wayan Puja, Kadis Pertanian dan Pangan I Wayan Wijana, Camat Petang I Wayan Darma, Kepala Desa Pelaga, Perwakilan Yowana Kabupaten Badung serta tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga :  Memperingati HUT RI ke-77, Lagu Indonesia Raya Berkumandang di Bandara Ngurah Rai

Pada acara penanaman pohon serentak yang diawali dengan apel bersama ini, Giri Prasta mengatakan bahwa gerakan dalam merawat bumi ini adalah salah satu momentum yang harus dilakukan.

Dikatakan kalau 1 pohon yang ditanam itu memberikan banyak manfaat maka ratusan pohon akan memberikan jutaan manfaat bagi generasi penerus yang akan datang.

“Pohon-pohon hanya diam ditempat saja, begitu luar biasa manfaatnya masa kita sebagai umat manusia yang bisa bergerak yang bisa berbicara yang bisa kemana-mana dikalahkan sama pohon. Oleh karena itu saya terima kasih kepada bapak ibu sekalian terutama generasi milenial yang ikut bersama-sama menanam, menjaga lingkungan alam kita sehingga bisa dirasakan manfaatnya bagi generasi-generasi mendatang,” ujarnya.

Baca Juga :  Minim Anggaran, Napak Tilas Perjuangan Gusti Ngurah Rai Tahun Ini Ditiadakan

Pihaknya mengatakan akan selalu berkomitmen melakukan penanaman reboisasi, kategori pertama tanaman yang penghasil air, contoh penghasil air itu adalah pule, lateng dan lainnya. Kategori kedua adalah penyerap air, contohnya bambu, bambu saja itu lebih dari 1000 jenis pohon bambu.

“Semuanya ini akan memberikan manfaat 10 tahun, 25 tahun hingga 100 tahun kemudian, saya pastikan sumber air di utara akan bagus untuk melindungi saudara-saudara kita yang ada di sini dan termasuk yang di selatan ini. Dan ini adalah salah satu bentuk yadnya yang kita lakukan bersama dalam merawat alam ini.

Subak-subak yang ada di Badung akan saya ajak terus untuk bergerak bersama- sama merawat alam karena kita memiliki program Gertak (Gerakan Serentak) Badung Bersih, yaitu setiap bulan di minggu pertama.

Baca Juga :  RAPBN 2023: Pertumbuhan Ekonomi Ditarget 5,3 Persen, Rupiah Dipatok Rp14.750 Per Dolar AS

Apa yang kita lakukan hari ini sangat luar biasa, terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu untuk menjaga alam kita ini,” imbuhnya.

Penulis : Ayu Diah 

Editor : Oka Suryawan