Penataan Objek Wisata Nusa Penida, OPD dan Konsultan Didorong Segera Siapkan Rancangan Visual

Bupati Suwirta pimpin rapat koordinasi penataan objek wisata prioritas di Klungkung, Selasa (24/8/2021)
Bupati Suwirta pimpin rapat koordinasi penataan objek wisata prioritas di Klungkung, Selasa (24/8/2021)

SEMARAPURA, balipuspanews.com-Jajaran OPD serta para konsultan didorong untuk segera menyiapkan konsep gambaran dan visual dari objek wisata. Dengan gambar ini secara paralel akan disiapkan perencanaan dan penataan asetnya.

Hal itu tercetus dalam rapat koordinasi penataan objek wisata prioritas di Kecamatan Nusa Penida, Selasa (24/8/2021).

Turut hadir dalam kegiatan Sekda Kabupaten Klungkung Gede Putu Winastra, Kepala Baperlitbang Anak Agung Lesmana, Kadis Pariwisata Anak Agung Putra Wedana dan OPD terkait lainnya serta para konsultan.

Kadis Pariwisata, Anak Agung Putra Wedana mengatakan Pemerintah Kabupaten Klungkung saat ini tengah berupaya menata 9 objek wisata andalan Nusa Penida dan masing masing sudah memiliki masterplan.

Sembilan objek ini diantaranya Pantai Atuh dan Tanjung Juntil , Diamond Beach, Pantai Kelingking, Pantai Pasih Uug/ Broken beach, Angel Billabong, Pantai Tembeling, Pantai Gamat, Pantai Pandan dan Bukit Teletubbies.

Baca Juga :  5 Tempat Wisata Filipina yang Terfavorit dan Wajib Dikunjungi!

Lebih lanjut Kadis Pariwisata menjelaskan kegiatan penataan masih terkendala masalah aset kepemilikan di sekitar obyek wisata, yang belum terselesaikan kerjasamanya dengan pemerintah daerah. Serta masalah anggaran biaya untuk penataannya.

Sementara itu Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menyampaikan semua pihak harus serius menggarap dan menata destinasi wisata ini. Karena hal ini erat kaitannya dengan potensi di Nusa Penida yang akan dapat meningkatkan PAD dari retribusi kunjungan wisatawan.

Kepada Dinas terkait bersama para konsultan supaya segera menyiapkan konsep gambaran dan visual dari objek wisata. Dengan gambar ini secara paralel akan disiapkan perencanaan dan penataan asetnya.

“Target tahun 2022 Perda tentang retribusi akan diubah, dimana wisatawan tidak lagi dikenakan retribusi ketika masuk Nusa Penida, namun dikenakan retribusi saat memasuki objek wisata. Maka dari itu objek wisata harus benar benar kita tata sebaik mungkin dan dilengkapi fasilitas penunjangnya.

Baca Juga :  Unud Terima Kunjungan Pemda Murung Raya, Kalimantan untuk Kerja Sama

Secepatnya kita akan turun bersama sama setelah itu akan ditentukan tugas masing masing OPD. Penataan supaya dimulai dari pantai Atuh dan Tanjung Juntil yang lokasinya berdekatan, karena di lokasi ini asetnya sudah jelas,” ujar Bupati yang juga tokoh penggerak koperasi  yang diakui secara nasional ini optimis.

Penulis : Roni
Editor : Budiarta