Pendaftaran D III Sistem Informasi Akuntansi Unwar Diperpanjang

Dari kiri ke kanan I Made Artawan, S.E., M.M. Ka. BAPPSIK Unwar, Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. WR I Unwar, Ni Putu Pertamawati, S.E., M.M. WR II Unwar, Ir. Pariutama Westra, Ketua Prodi Sistem Informasi Akuntansi Unwar dan Yohanes Arygunartha, Staf Prodi Sistem Informasi Akuntansi Unwar.
Dari kiri ke kanan I Made Artawan, S.E., M.M. Ka. BAPPSIK Unwar, Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. WR I Unwar, Ni Putu Pertamawati, S.E., M.M. WR II Unwar, Ir. Pariutama Westra, Ketua Prodi Sistem Informasi Akuntansi Unwar dan Yohanes Arygunartha, Staf Prodi Sistem Informasi Akuntansi Unwar.

DENPASAR, balipuspanews.com-
Pimpinan Universitas Warmadewa (Unwar) memperpanjang masa pendaftaran Program Vokasi (D III) Sistem Informasi Akuntansi (SIA) hingga 9 September 2019 atau sebelum masa perkuliahan efektif tahun akademik 2019/2020 dimulai.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Unwar I Nyoman Kaca menjelaskan, Unwar adalah satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Bali yang mengelola Program Vokasi SIA. Lulusannya pun diyakini punya peluang kerja yang bagus karena sangat dibutuhkan pasar kerja, baik sektor formal dan non formal.

Disamping itu, lanjut Kaca, banyak keunggulan dari Prodi SIA yang dapat dirasakan oleh mahasiswa seperti kuliah singkat cepat kerja, biaya lebih terjangkau, bisa melanjutkan kejenjang Sarjana terapan atau S1 bahkan kejenjang yang lebih tinggi dan lebih banyak dibutuhkan Dunia Usaha dan Dunia Industri.

“Para lulusan nantinya tidak akan menganggur, prosfek cerah dan jabatan strategis menanti setelah usai mengenyam pendidikan SIA seperti analisis keuangan, supervisor akuntan dan wirausaha,” tegasnya.

Hanya saja, kata Kaca, izin penyelengaraanya terbit di saat Unwar sudah membuka gelombang pendaftaran mahasiswa baru (penmaru). “Sebetulnya program vokasi SIA sangat diminati, tapi karena izinnya keluar di tengah jalan Penmaru 2019/2020 menyebabkan informasinya kurang di masyarakat,” kata Kaca kepada awak media di Kampus Unwar, Denpasar, Selasa (20/8).

Karenanya, Kaca mengungkapkan pimpinan Unwar memberi kesempatan kepada calon mahasiswa untuk mendaftar, baik secara online atau datang langsung ke kampus Unwar. “Learning outcome yang kami rancang akan melahirkan tenaga profesional di bidang sistem perpajakan,” imbuh Kaca didampingi Kepala BAPPSIK Unwar I Made Artawan.

Pada kesempatan yang sama, Kaprodi SIA Unwar Pariutama Westra menjelaskan, SIA merupakan wujud dukungan Unwar dalam menyukseskan arah pembangunan pemerintah di bidang sumber daya manusia (SDM).

“Kita tahu bahwa Pak Presiden menyatakan memberi porsi lebih dan mendorong pendidikan vokasional di Indonesia. Jadi sangat tepat apabila masyarakat memilih SIA Unwar sebagai tempat mengayam pendidikan,” tegas Pariutama didampingi Yohanes Aryagunartha, staf Prodi SIA.

Dosen yang berpengalaman mengajar di perguruan tinggi luar Bali ini mengakui, mindset masyarakat Bali sebagian besar masih menjadikan program sarjana sebagai pilihan utama. Padahal pendidikan vokasional saat ini lebih efektif dan efesien, baik dari segi biaya dan ‘soft skill’.

Pada pendidikan vokasional, masih menurut Pariutama, kompetensi mahasiswa sangat komplit karena komposisi pembelajaran 70 persen praktik dan 30 persen teori. Sehingga lulusannya siap pakai. Sedangkan program sarjana lebih menekankan akademis. “Kalau lulusan vokasi siap kerja. Beda dengan sarjana, setelah lulus harus ada pendalaman praktik lagi bidang ilmu tertentu. Lulusan vokasi juga bisa melanjutkan bahkan sampai doktor,” jelasnya.

Ke depan, menurut dia, semua perusahaan besar hingga kecil membutuhkan SDM yang mampu menguasai akuntansi berbasis teknologi. Kehadiran SIA Unwar diharapkan memberi kontribusi pemenuhan tenaga kerja tersebut. (bud/bpn/tim)