Orang tua siswa di Takmung ngelurug kantor Desa Takmung
Orang tua siswa di Takmung ngelurug kantor Desa Takmung
sewa motor matic murah dibali

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Penerimaan siswa tingkat SMPN yang ada di Klungkung rupanya belakangan ini terjadi mis persepsi. Kasus protes para orang tua siswa juga terjadi di Klungkung. kali ini terjadi diwilayah Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Kligkung.

Mereka ramai ramai mendatangi kantor Desa Takmung untuk mempertanyakan ketimpangan yang mereka sebut sebagai ekses penerimaan siswa SMPN baru di wilayah Banjarangkan sehingga mereka para orang tua siswa yang ada di Desa Takmung  ini mendatangi Kantor Desa Takmung pada Senin (24/6) pagi.

Mereka diterima Perbekel Desa Takmung Nyoman Mudita.

Dihadapan wartawan Perbekel Nyoman Mudita membenarkan adanya protes para orang tua siswa yang ada di Desa Takmung terkait penerimaan anak mereka yang dianggapnya tebang pilih.

” Saya sarankan mereka para kepsek yang ada wilayah Desa Takmung ini agar segera mengumpulkan para  orang tua siswa agar bisa menjelaskan masalah zonasi ini seperti apa agar mereka paham ,karena desa tidak ada kewenangan untuk menjelaskan masalah penerimaan siswa sesuai zonasi ini seperti apa,” katanya.

Disamping itu kata mantan Bendesa Takmung ini mengingatkan warganya.biar jelas kebijakan dari Dinas Pendidikan Klungkung  seperti apa ,karena mereka para kepala sekolah lah yang lebih mengetahui persoalan ini.

Sementara itu menurut  Nyoman Casmana (orang tua siswa) asal Banjar losan,Desa Takmung menyatakan di Kantor Desa Takmung bahwa anaknga, Komang Nopi tamat dari sekolah di SDN 3 Takmung. Namun anaknga bersikeras  ingin sekolah di SMPN  Banjarangkan, KLungkung.

Tapi niatnya ditolak, karena SDN 3 Takmung tidak masuk zonasi ke SDN  Banjarangkan melainkan di SMP satap Takmung.

“ Saya protes, karena kenapa anak SDN  Takmung dperbolehkan diterima di SMPN 1 Banjarangkan ,sepertinya saya merasa mendapatkan diskriminasi dan menuntut keadilan,”terangnya nada tinggi di Kantor Desa Takmung.

Diakuinya sesuai dengan surat yang dilayangkan oleh Kepala SMP Satap Takmung disebutkan anaknya tidak diizinkan melanjutkan sekolah di SMPN 1 Banjarangkan.

Perbekel Nyoman Mudita mendapatkan info ada warga datang ke Kantor Desa sekitar pukul 8.00 wita ,benar ada warga yang datang sekitar kurang lebih 30 orang. Menurutnya sebenarnya, SMP Satap Takmung itu bagus, tapi kesan negatifnya karena sebutan Satap ini.

“Siswa minta sekolah yang lebih populer di SMPN 1 Banjarangkan.Masyarakat sekarang anak-anak sepeti itu. Orang tua mengikuti kehendak anak mereka. Dilemanya, program bagus,tapi anak tidak mau masuk, kalau gak dituruti,”tambahnya.

Lebih jauh disebutkan di Desa Takmung ada 4 SD yaitu SDN  Takmung didusun Takmung,SDN 2 Takmung didusun Lepang,SDN 3 Takmung di Dusun Losan dan terakhir SDN 4 Takmung di Dusun Sidayu Tojan.

Sementara itu Kadisdik Klungkung Drs Dewa Gde Darmawan ditemui diKantor Bupati Klungkung menyatakan para orang tua siswa maupun para kepala Sekolah SDN  Takmung itu salah persepsi. Menurutnya tidak semua keseluruhan siswa asal SDN 1 Takmung diterima di SMPN 1 Banjarangkan.

“ Itu salah persepsi saya sudah perintahkan Kabid Dikdas dan Pengawas untuk datang ke Takmung untuk menjelaskan duduk persoalan masalah Zonasi ini yang benar. Karena tidak semua siswa asal SDN 1 Takmung yang diterima di SMPN 1 Banjarangkan karena ada juga yang harus diterima di SMP Satap Takmung . Itu sesuai dengan kedekatan Zonasi asal mereka,”terang Dewa Gde Darmawan tegas.

Untuk kedepannya menurutnya nantinya semua asal SD yang ada di Desa Takmung akan didekatkan dengan pendirian SMP Satap yang ada di Losan nantinya,setelah seluruh siswanya tamat dan diregrouping. (Roni/bpn/tim)