Pengelola Museum Gunung Api Batur Sambut Hangat Rencana Pembukaan Pariwisata Bali

Suryo Hespiantoro, koordinator pengelola Museum Gunung Api Batur
Suryo Hespiantoro, koordinator pengelola Museum Gunung Api Batur

BANGLI, balipuspanews.com – Rencana dibukanya pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara (Wisman) pada bulan Oktober 2021 ini, tidak dipungkiri mendapat sambutan positif dari kalangan pengusaha khususnya pelaku pariwisata yang tersebar di Pulau Dewata. Tak terkecuali, Museum Gunung Api Batur yang berlokasi di Penelokan, Kecamatan Kintamani, Bangli.

Dikonfirmasi Selasa (12/10/2021), Koordinator Museum Gunung Api Batur Suryo Hespiantoro mengaku optimis langkah yang diambil pemerintah dengan segera membuka kunjungan Wisman ke Bali dapat kembali menggerakan pariwisata yang sempat mati, apabila prokes betul-betul diterapkan secara disiplin.

“Kami disini (pengelola museum,red), tentu menyambut baik langkah pemerintah yang segera akan membuka kunjungan untuk wisatawan asing. Karena dari Pemprov Bali pun sudah dengan ketat menerapkan aturan untuk Wisman yang baru memasuki Bali,” sebutnya.

Lanjut Suryo, baik itu dari screening prokes, seperti wajib PCR tiga kali, isolasi mandiri (Isoman) selama 8 hari dan aturan lainnya seperti wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Pun demikian, pihaknya mengaku terbantu dengan adanya aturan tersebut.

“Tentu dengan diberlakukannya aturan ini, sangat membantu kita dalam memberikan pelayanan nantinya, sehingga tidak ada kekhawatiran,” katanya.

Suryo menegaskan, pihaknya juga telah menyiapkan fasilitas prokes semenjak diberlakukannya new normal. Hanya saja, untuk aplikasi PeduliLindungi belum terpasang, dan pihaknya berencana sesegera mungkin untuk memasangnya demi mempermudah pelayanan bagi wisatawan di Museum yang berada di tepi barat jalan raya itu.

“Saat ini prokes kita sudah sesuai standar. Dan untuk aplikasi PeduliLindungi ke depan kami berencana segera menerapkannya,” ujarnya, sembari menginformasikan seluruh pegawai telah divaksinasi dan siap memberikan pelayanan bagi wisatawan lokal maupun asing yang datang berkunjung.

Ia juga mengungkapkan, saat hari-hari biasa sebelum pandemi Covid-19, kebanyakan tamu asing yang datang berkunjung merupakan berasal dari Cina. Mereka datang bersama rombongan dengan diantar para guide.

Lantas bagaimana langkah pihaknya apabila intensitas kunjungan ke museum kembali meningkat setelah dibukanya kunjungan Wisman ke Bali? Suryo mengaku telah membuat srategi agar pengunjung tidak sampai berkerumum.

“Secara prosedur, apabila ada kunjungan rombongan seperti itu, khususnya dalam masa pandemi ini, kita akan bagi menjadi beberapa kelompok untuk mengantisifasi kerumunan. Dan maksimal pengunjung yang boleh memasuki museum adalah sebanyak 10 orang,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga menyiapkan jadwal apabila pengunjung dalam bentuk rombongan agar nantinya semua proses dapat berjalan sesuai SOP dan tidak melanggar aturan.

“Kita juga melakukan pengaturan jadwal untuk pengunjung rombongan dalam artian banyak. Jadi kita tidak menerima full, karena kalau pengunjung itu rombongan rata-rata kita dikonfirmasi terlebih dahulu,” ucap pria yang akrab dipanggil Pak Suryo ini.

Pihaknya berharap, dengan dibukanya kunjungan Wisman Oktober ini diharapkan dapat kembali menggerakan pariwisata Bali, khususnya Bangli. Di samping meningkatkan kunjungan ke Museum Gunung Api Batur, karena seperti diketahui kunjungan ke museum yang berada di tepi barat jalan itu menurun drastis semenjak merebaknya penyebaran Covid-19.

Penulis : Komang Rizki

Editor : Oka Suryawan