KARANGASEM, balipuspanews.com – Pengelukatan Toya Jinah yang terletak di Banjar Dinas Pedukuhan, Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem mulai banyak didatangi pengunjung. Toya Jinah diyakini bisa mendatangkan rejeki dan kemakmuran.
Lokasi pengelukatan tersebut berada dibawah tebing dekat dengan perbatasan wilayah antara Kabupaten Karangasem dengan Kabupaten Bangli. Jalan menuju pelukatan juga dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua namun harus melewati medan yang cukup curam.
Dilokasi pelukatan ada tiga buah pancuran utama untuk melukat. Air pancuran tersebut berasal dari sumber mata air atau kelebutan utama yang ada diatasnya. Pada areal kelebutan, selain terdapat candi kecil di pintu masuknya, juga terdapat sebuah pelinggih padma.
Menurut salah seorang tokoh setempat, Jero Mangku Keten, warga sekitar tidak ada yang tau secara pasti apa kegunaan atau khasiat dari pelukatan tersebut. Yang jelas, tidak sedikit warga dari luar desa atau bahkan luar kabupaten Karangasem yang datang kesana untuk melukat.
“Kemungkinan yang datang melukat kesini karena mendapat petunjuk atau pawisik tertentu, saya tidak tau pasti. Yang jelas banyak yang sudah dadang melukat kesini,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Menurut Mangku Keten, dari cerita yang ia dengar, keberadaan Tirta Jinah ini berkaitan dengan Pula Sari. Dimana, dikatakan pada zaman dahulu ada semacam upacara besar atau Karya Agung di Pura Pusat Pula Sari.
Pada waktu itu, diceritakan ada banyak sekali haturan berupa beras hingga jinah (uang kepeng) saat karya, entah bagaimana ceritanya kemungkinan karena terlalu banyaknya haturan, sehingga sebagian jinah (uang kepeng ditinggal oleh para tokoh kala itu di lokasi pelukatan, sampai akhirnya tempat pelukatan ini dinamakan Tirta Jinah.
“Untuk kebenarannya saya tidak tau secara pasti, tetapi berdasarkan cerita yang saya dengar dari para terdahulu, memang diceritakan seperti itu sejarahnya, dan sekarang pun tidak sedikit warga Pula Sari datang kesini,” terangnya.
Penulis: Gede Suartawan
Editor: Oka Suryawan



