Kamis, Oktober 22, 2020
Beranda News Hukum & Kriminal Penggugat Sebut Kejaksaan Salah Sita Kasus Eks Mantan Bupati Candra pada Sidang...

Penggugat Sebut Kejaksaan Salah Sita Kasus Eks Mantan Bupati Candra pada Sidang di PN Klungkung

SEMARAPURA,balipuspanews.com- Sidang gugatan aset kasus mantan Bupati Candra yang sudah inkarkh karena sudah putusan MA kini terus bergulir di PN KLungkung, kasus gugatan ini baru bergulir setelah aset mantan terpidana Wayan Candra memasuki tahap pelelangan aset termasuk kerugian negara dan telah disita untuk negara.

Dan yang agak janggal adalah yang digugat adalah Kejaksaan dan juga mantan Bupati dan terpidana Candra ini,  salah satunya adalah saudara dari Wayan Candra sendiri namun keduanya adalah warga Desa Pikat..

Hal itu diakui sendiri oleh Teger Bangun,SH sebagai Kuasa Hukum para penggugat yaitu Nengah Nata Wisnaya dan I Ketut Rugeg warga asal Banjar Cempaka Desa Pikat, Dawan, KLungkung, seusai sidang gugatan yang menggelinding Kamis (11/4) di PN KLungkung. “ Kasus gugatan aset ini sudah bergulir sejak tahun 2017 lalu,”terang Teger Bangun.

Namun saat itu memang diakui yang berwenang menyidangkan perkara aset tersebut adalah PN Klungkung karena letak aset ada di Klungkung,karena itulah kita daftarkan gugatannya di PN Klungkung,sebutnya.

Lebih jauh dirinya mengakui tidak benar baru aset akan dilelang pihaknya melakukan penuntutan ,ini adalah kasus lain masalah hukum yang berbeda.” Kita penggugat keberatan dilakukan pelelangan karena asetnya milik penggugat,”ujarnya seraya menuduh Kejaksaan salah sita aset.

Menurutnya aset yang akan dilelang setelah putusan kasus Korupsi Candra inkrah yaitu milik penggugat Nengah Nata Wisnaya memiliki 4 obyek aset dan Ketut Regug ada 5 obyek aset yang akan dilelang sehingga hal inilah yang ingin diluruskan karena aset milik mereka ikut disita.Dirinya mengakui salah seorang dari penggugat adalah saudara dari terpidana Wayan Candra sendiri.

Sidang PN Klungkung yang dipimpin Hakim Ketua Kukuh Kurniawan,SH dan Hakim anggota Ni Nyoman Mei Melianawati,SH dan Hakim Andrik Dewantara,SH. Pada persidangan PN KLungkung ini menghadirkan dua orang saksi dari Kejaksaan Negeri Klungkung yaitu saksi Kasi Pidsus Kejari KLungkung Kadek Wira Atmaja,SH dan saksi lainnya Staf Kejari Wayan Winata. Sementara para penggugat yang dua orang itu yang diwakili kuasa hukumnya Teger Bangun.

Sementara itu Sidang yang digelar khusus mendengarkan keterangan saksi saksi yang dihadirkan oleh PN Klungkung dari pihak tergugat Kejaksaan KLungkung.Ketua Majelis Hakim Kukuk Kurniawan saat membuka persidangan mempersilahkan saksi saksi untuk hadir tanpa disumpah.

Hakim Mei Meilianawati pada kesempatan itu mempertanyakan kepada saksi apakah penggugat pernah keberatan saat penanda tanganan berita acara penyitaan aset tanah miliknya Nata wisnaya? Saksi Wayan Winata menyatakan Penggugat Nata Wisnaya saat itu menerima dan membubuhkan tanda tangan penyitaan aset tersebut,jelasnya.

Hakim anggota juga mempertanyakan pernahkah penggugat mempersoalkan status tanah mereka saat tanda tangan? Saksi mengakui saat tanda tangan dia mengetahui Nata wisnaya hadir.Ketika hakim menanyakan pada saksi saat memasang papan diatas tanah yang disita,apakah ada penggugat yang tau? Saksi menyatakan saat ditojan ada yang menyaksikan yaitu penyakapnya, sebutnya.

Sementara saksi berikutnya Kasis Pidsus Kadek Wira Atmaja ketika ditanya Hakim maupun penasehat Hukum Penggugat dengan enteng dan tegas dia menyatakan melakukan tindakan penyitaan aset sesuai dengan KUHAP.

Sementara itu karena dianggap cukup sidang berikiutnya oleh Ketua Majelis Hakim Kukuh Kurinawan SH akan dilaksanakan tanggal 23,24 dan 25 April yang akan datang.(Roni/bpn/tim)

- Advertisement -

Kakek Gantung Diri di Gubuk Ditemukan Oleh Cucunya

ABIANSEMAL, balipuspanews.com -Seorang cucu, Putu Darmiati, 23, tidak menyangka menemukan kakeknya, Ketut Sumerta, 65, tewas gantung diri di gubuk sawah di Pondok Subak Munduk...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of