Rabu, Oktober 21, 2020
Beranda Bali Denpasar Penggunaan Masker Saat Berolahraga Aman Atau Tidak? Begini Penjelasannya

Penggunaan Masker Saat Berolahraga Aman Atau Tidak? Begini Penjelasannya

DENPASAR, balipuspanews.com – Sebelumnya terdapat seorang pria diberitakan telah meninggal dunia setelah berolahraga dengan sepeda gayungnya di kawasan Sanur, Denpasar, Bali pada, Sabtu (3/10/2020) pagi. Diketahui pengguna sepeda gayung tersebut saat meninggal masih menggunakan masker bedah.

Lalu apakah penggunaan masker saat berolahraga aman ? Ketika dikonfirmasi oleh balipuspanews, Dokter Umum Puskemas Nusa Penida I, dr. I Gusti Ngurah Agung Manik Rucika mengatakan penggunaan masker saat olahraga kurang dianjurkan untuk durasi olahraga yang lewat dari setengah hingga satu jam.

“Terlebih saat melakukan olahraga yang sifatnya endurance seperti bersepeda dikarenakan olahraga tersebut memacu jantung dan akan lebih banyak membutuhkan oksigen,” ujarnya, pada Senin (5/10/2020).

Dan pada saat berolahraga masker yang digunakan pasti akan basah dan hal tersebut dapat membuat udara yang masuk dan keluar akan tidak sebanding. Artinya udara yang masuk sedikit sementara udara yang keluar akan banyak, hal tersebut dapat membuat udara mengumpul dan pertukaran nafas pun menjadi tidak bebas.

“Sehingga akan membuat kurangnya asupan oksigen. Selain itu masker yang basah akan lebih banyak menempelkan bakteri atau virus,” tambahnya.

Selain itu mungkin saja pengguna sepeda tersebut kelelahan dikarenakan sudah berolahraga lebih dari setengah jam. Atau penyebab lainnya bisa saja pengguna sepeda tersebut terkena henti jantung. Namun jika ingin jawaban yang pasti lebih baik dilakukan autopsi untuk mengetahui apakah penyebab pasti dari meninggalnya pengguna sepeda gayung tersebut.

“Sementara pemakaian masker kain untuk orang yang sehat dianjurkan digunakan dibawah kurun waktu dua jam. Kemudian untuk masker bedah maksimal digunakan selama tiga jam,” imbuhnya.

Dan ia pun berpendapat terkait penggunaan masker scuba. Ia mengatakan sebaiknya masyarakat tetap diperbolehkan menggunakan masker scuba namun harus sering menggantinya. Atau paling tidak satu orang harus memiliki empat masker scuba untuk diganti dalam waktu sehari.

Sementara, penelitian terakhir yang dilakukan di Universitas Airlangga, masker sendiri berfungsi sebagai pembentuk antibodi. Hal tersebut dikarenakan, virus yang telah di filtrasi sedikit jumlahnya sehingga tubuh akan mendeteksi dan akan membuat antibodi. Maka secara tidak langsung penggunaan masker berguna untuk pembentukan antibodi saat pandemi Covid-19.

“Masyarakat tetap dapat berolahraga menggunakan masker namun durasi olahraganya harus dikurangi. Kami para dokter menyarankan agar berolahraga kurang dari 15 menit. Dikarenakan saat berolahraga masker akan basah dan pertukaran oksigen pasti akan berkurang sehingga udara yang telah dikeluarkan itu akan dihirup kembali,” tandasnya.

Sedangkan, jika akan melepaskan masker tangan harus di cuci atau menggunakan hand sanitizer terlebih dahulu. Kemudian pastikan saat menggunakan masker menutup area hidung, dagu, serta celah pipi. Lalu saat akan membuang masker medis seperti masker bedah atau N95, gulung masker terlebih dahulu ke dalam lalu ikat sampul dan buang pada tempat sampah.

Penulis : Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -

Kakek Gantung Diri di Gubuk Ditemukan Oleh Cucunya

ABIANSEMAL, balipuspanews.com -Seorang cucu, Putu Darmiati, 23, tidak menyangka menemukan kakeknya, Ketut Sumerta, 65, tewas gantung diri di gubuk sawah di Pondok Subak Munduk...

Kasus Dugaan Pemerkosaan Pelajar, Diduga Terjadi di Lima Tempat Berbeda Oleh 10 Pelaku

BULELENG, balipuspanews.com - Penyelidikan terhadap kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur terus berlanjut. Kasus yang korbannya dibawah umur ini dari hasil penyelidikan sementara...
Member of