Penggunaan Motor Listrik, Bali Siapkan 67 SPKLU

Manager Sub Bidang Strategi Pemasaran PLN UID Bali Oscar Praditya (kiri) didampingi Manager Komunikasi I Made Arya (kanan), saat menggelar konferensi pers, Rabu (20/01/2021) di Renon
Manager Sub Bidang Strategi Pemasaran PLN UID Bali Oscar Praditya (kiri) didampingi Manager Komunikasi I Made Arya (kanan), saat menggelar konferensi pers, Rabu (20/01/2021) di Renon

DENPASAR, balipuspanews.com – Kesiapan Provinsi Bali dalam penggunaan kendaraan atau motor dengan energi listrik sudah dipersiapkan dengan dibangunnya 67 Stasiun Pengisian Kendaraan liystrik Umum (SPKLU) di Bali.

Hal ini disampaikan oleh  Manager Sub Bidang Strategi Pemasaran PLN UID Bali Oscar Praditya didampingi Manager Komunikasi I Made Arya, saat menggelar konferensi pers, Rabu (20/01/2021) di Renon.

Dijelaskan saat ini PLN UID Bali telah menyediakan 2 unit SPKLU yakni di depan Tiara Dewata dan di kawasan Benoa. Jumlah itu akan ditambah lagi sesuai perkembangan jumlah kendaraan listrik di Bali.

Untuk akselerasi pemenuhan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB) dan konversi kendaraan BBM jadi listrik ini, PLN juga memberikan insentif bagi yang sudah punya kendaraan listrik berupa diskon, tarif khusus juga ada kebijakan pemberian keringanan minimum.

Oscar menargetkan ke depan setidaknya ada 1.000 kendaraan listrik di Bali, sehingga sangat mendukung Bali yang bersih dan ramah lingkungan.

Terkait hal ini, pemerintah telah menerbitkan regulasi yakni Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

Juga ada Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih dan Pergub Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Lebih jauh Oskar menyebut, bahwa regulasi yang akan diberikan untuk menstimulus percepatan kendaraan listrik adalah pemberian keleluasaan daya bagi pelanggan yang memiliki kendaraan listrik.

Ada beberapa upaya PLN mendukung KBLBB yaitu memberikan diskon 30 persen terhadap pengguna kendaraan listrik. Dan ketika pelanggan melakukan pengecasan kendaraan listrik pada jam 22.00 – 04.00 maka PLN akan memberikan harga khusus.

“PLN juga akan mengadakan workshop kepada tenaga mekanik bengkel dengan bekerjasama dengan perumda agar mereka dapat merubah kendaraan dari konvensional ke kendaraan listrik,” ujarnya.

Sementara Made Arya menambahkan, guna mendukung program tersebut, kesiapan PLN sendiri dalam menghadapi perubahan kendaraan listrik, pihaknya telah menyediakan sarana dan prasarana, salah satunya menyediakan SPKLU.

Terkait kesediaan listrik, kata Made Arya, PLN sudah mengantisipasi dengan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut yang akan bertambah.

“Kesiapan cadangan daya mampu juga sudah diantisiapsi dengan 1200 mega watt lebih, proyeksi 2023 adanya tambahan pembangkit hingga tahun 2025 ada tambahan 2000 mega watt,” jelasnya menambahkan.

Penulis/Editor : Budiarta/Oka Suryawan