Selasa, Juli 16, 2024
BerandaBulelengPenghijauan di Puncak Landep, BMI Buleleng Tanam Pohon Langka

Penghijauan di Puncak Landep, BMI Buleleng Tanam Pohon Langka

BULELENG, balipuspanews.com – Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Buleleng dibawah pimpinan Dr. dr Ketut Putra Sedana secara konsisten mengabdikan diri untuk masyarakat. Selain melaksanakan kegiatan safari kesehatan ada sejumlah kegiatan lain yang menyentuh masyarakat terus dilakukan, seperti dengan kegiatan persembahyangan dan penanaman pohon di Kawasan Pura Penyawangan Puncak Landep di Desa Panji Anom Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng, Minggu (16/6/2024) kemarin.

Pria yang memilik nama panggilan dr Caput ini mengatakan kegiatan penghijauan atau penanaman pohon dilaksanakan sebagai upaya nyata BMI turut hadir melestarikan alam yang dipandang memiliki sejarah bagi terbentuknya Buleleng. Bahkan rangkaian kegiatan tersebut juga sebagai momentum rangkaian menyambut bulan Bung Karno sebagai bapak proklamator.

“Puncak Landep ini kita ketahui tidak hanya memiliki nilai spirit tetapi nilai sejarah untuk Buleleng. Disinilah awal perjalanan bhatara Panji Sakti (pendiri Buleleng,red) saat itu istirahat langsung diusung dan diangkat oleh Ida Bhatara Panji Landung untuk menatap Buleleng dari barat ke timur. Maka kami ingin ikut menjaga kelestarian disini dengan aksi nyata menanam pohon,” jelas dia.

BACA :  Diikuti 125 Peserta, Sekda Adi Arnawa Buka Turnamen Ceki Pura Pangrurah Sakti Cemagi

Selain melihat sejarah, dr Caput meyakini kegiatan yang telah dilangsungkan juga untuk mengimplementasikan nilai-nilai budaya, nilai-nilai keyakinan masyarakat di Bali yakni Tri Hita Karana sebagai landasan keharmonisan antara manusia dengan tuhan, lingkungan, dan antar sesama manusia. Sehingga dengan upaya ini dirinya menilai akan tercapai kemakmuran, kesejahteraan, dan kedamaian.

Pihaknya juga menambahkan dalam acara tersebut dipilih sejumlah pohon langka yang diyakini akan memberikan aura positif salah satunya Pohon Nagasari yang memiliki nilai filosofi yaitu memberikan kemakmuran dan keharuman.

“Pohon Nagasari ini secara filosofi memiliki makna memberikan kemakmuran dan keharuman. Astungkara harapan kita melalui Puncak Landep kemakmuran sekaligus juga keharuman akan membias, bervibrasi ke seluruh masyarakat Buleleng. sehingga Buleleng ke depan akan makmur dan harum untuk kita semua,” paparnya.

Disisi lain Kelian Desa Adat Mojongsari Kerti Jro Kadek Artawiasa menyampaikan terima kasih dengan kegiatan positif yang dilakukan BMI Buleleng dibawah pimpinan Dr. dr Ketut Putra Sedana, Sp.OG yang telah ikut menjaga alam dengan menanam pohon di Kawasan hutan Puncak Landep.

BACA :  Hari Suci Saraswati, Jajaran Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti di Pura Agung Jagatnatha

“Tentu kami selaku masyarakat disini menyambut baik dengan diadakan kegiatan seperti ini, kegiatan penanaman pohon, mudah-mudahan ini salah satu wujud kita untuk melestarikan alam lingkungan dan hutan kita di Kawasan Pura Penyawangan Puncak Landep,” ujar dia.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular