Sejumlah tempat penglukatan yang selalau diserbu umat setiap perayaan Hari raya Banyu Pinaruh mendapat pengawasan ketat dari Satgas Gotong dari desa adat, aparat kepolisan dan aparat lainnya, Minggu (5/7/2020).
Sejumlah tempat penglukatan yang selalau diserbu umat setiap perayaan Hari raya Banyu Pinaruh mendapat pengawasan ketat dari Satgas Gotong dari desa adat, aparat kepolisan dan aparat lainnya, Minggu (5/7/2020).

GIANYAR, balipuspanews.com – Sejumlah tempat penglukatan yang selalau diserbu umat setiap perayaan Hari raya Banyu Pinaruh mendapat pengawasan ketat dari Satgas Gotong dari desa adat, aparat kepolisan dan aparat lainnya, Minggu (5/7/2020).

Di Pura Tirta Empul, Tampaksiring dan Pesiraman Sebatu, Tegallalang, umat yang hendak memasuki areal suci itu pun wajib menjalani pemeriksaan suhu tubuh dan sistem antrean dipastikan berjarak.

Syukurnya, dengan pengawasan ketat ini, prosesi penglukatan pun berlangsung tertib dan aman jauh dari kerumunan.

Pantauan di Pura Tirta Empul, umat sudah mulai berdatangan sejak subuh. Demikian juga di Pesiraman Sebatu, Tegallalang yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Pura Tirta Empul, umat sudah datang meski Matahari belum terbit.

Syukurnya, dari subuh pintu masuk areal kawasan suci itu, sejumlah aparat keamanan dan satgas gotong royong terlihat serius mengawasi umat agar tidak berkerumunan dan menerapkan protokol kesehatan.

Sebelum memasuk pura, satu persatu harus menjalani pemeriksaan suhu tubuh, sembari mengingatkan agar umat tetap jaga jarak.

“Kedatangan pemedek tidak begitu ramai seperti tahun sebelumnya. Ini berkat sosialisasi yang sudah dilaksanakan dari seminggu lalu melalui media, bersama pihak polsek, polres, dan satgas sehingga pemedek tidak begitu membludak” ujar Bendesa adat Manukaya Llet, Tampaksiring, I Made Mawi Arnata.

Dikatakannya dengan sosialisasi yang telah dilakukannya, umat menyadari bahwa penglukatan bisa dilakukan setiap hari. Sehingga sekian umat diyakini akan memilih lain hari.

Meski terbilang sedikit, jumlah pemedek yang datang untuk melukat diperkirakan telah melebihi 1000 orang. Lantaran dari subuh pemedek sudah berdatangan silih berganti.

Sementara Kapolsek Tampaksiring, AKP Wayan Sujana, yang terjun langsung melakukan pengamanan, mengatakan situasi dari subuh dalam pantauannya berjalan kondusif sesuai sosialisasi yang telah dilakukan, pemedek tidak ada yang berkerumunan.

Pemedek terjaring pada pos-pos yang sudah ditetapkan, ada sekitar 10 pos. Dan memberlakukan kartu-kartu kepada pemedek agar mempermudah pengaturan.

“Dari parkiraan pemedek sudah terpecah tidak berkerumunan, karena sudah ada posnya, dari parkiran sudah ada penjaringan,” ungkapnya.

Dikatakannya jumlah personil yang diterjunkan dalam pengamanan dari polres 34 dari polsek 25 dan dari pecalang sebanyak 50 orang.

“Penjagaannya hanya untuk hari raya ini, sudah dua hari, dari kemarin dan hari ini, untuk selanjutnya kita menunggu instruksi,” jelas AKP Sujana.

Demikian pula di Pesiraman Sebatu, Tegallalang, sejumlah pihak kepolisian dibantu pecalang telah berjaga-jaga untuk mengarahkan pemedek agar mengikuti protokol kesehatan. Pemedek pun tidak terlalu ramai seperti tahun sebelumnya.

“Situasi keseluruhan aman, kami berjaga-jaga agar orang yang melukat tetap menjaga protokol kesehatan, dibawah juga ada pecalang yang mengatur jarak pemedek,” ujar Kapolsek Tegallalang AKP Sugita.

PENULIS : Ketut Catur

EDITOR : Oka Suryawan

Facebook Comments