Pengungsi di GOR Swecapura Mulai Memasak, Mencuci dan Jaga Kebersihan

Para Pengungsi Asal Karangasem di GOR Swecapura Gelgel, Klungkung ikut berbagi tugas memasak
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Semarapura, balipuspanews.com- Keinginan untuk ikut berpartisipasi oleh para pengungsi ini ditindak lanjuti Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung mulai memberdayakan para pengungsi Gunung Agung yang ada di posko utama GOR Swecapura, Gelgel.

Masing- masing kordinator warga pengungsi yang jumlahnya puluhan dikumpulkan dan diberikan pengarahan agar keinginan para pengungsi ikut berpartisipasi dalam menjaga keamanan, kebersihan, termasuk masak di dapur umum. Terlebih sejak tiga pekan di pengungsian, kegiatan memasak di dapur umum dan kebersihan dibantu para relawan dan petugas.

Pengarahan ini diberikan langsung Kepala BPBD Klungkung, Putu Widiada bersama petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Sosial di ruang rapat GOR Swecapura, Gelgel. Yang mana saat itu Putu Widiada meminta masing- masing kordinator pengungsi untuk menyampaikan segala bentuk informasi maupun kegiatan lainnya kepada pengungsi.

Termasuk mengajak pengungsi untuk ikut bersama menjaga lingkungan masing-masing baik dari sisi kebersihan, kamtibmas demi keamanan dan kenyamanan bersama.

“Dengan adanya kordinator ini, kita berharap pengungsi yang ada di GOR bisa diberdayakan. Sehingga dengan memiliki kesibukan beban psikilogis pengungsi menjadi lebih ringan,” ujar Putu Widiada.

Selain menjaga kebersihan dan keamanan, kordinator pengungsi juga diharapkan dapat mengkoordinir masing-masing anggotanya untuk ikut berpartispasi dalam memasak di dapur umum. Karena dalam sekali masak di dapur umum membutuhkan 40 orang baik memasak maupun membungkus makanan. Belum lagi untuk makanan harus dibuat klasifikasi karena ada anak-anak, lansia dan balita.

“Untuk sisi kebersihan juga dibutuhkan 40 orang per hari untuk melakukan kegiatan dalam menjaga kebersihan,” kata Putu Widiada.

Sementara itu berdasarkan data BPBD Klungkung, jumlah pengungsi di GOR Swecapura sebanyak 1.535 jiwa. Semuanya berada di zona KRB. Sedangkan total jumlah pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Klungkung sebanyak 18.578 jiwa. Zona KRB sebanyak 17.111 jiwa dan non KRB sebanyak 1.447 jiwa. Semuanya tersebar di 42 Desa atau Kelurahan di 121 posko pengungsian.

Sejak Kamis(12/10) mereka sudah mulai beraktipitas memasak mencuci maupun menjaga kebersihan lingkungan GOR Swecapura secara mandiri,karena mereka sendirilah yang mulai bertugas namun tetap dibantu dan dipandu dari relawan yang ada. Salah seorang pengungsi yang bernama Ni Ketut Manis 40 asal Banjar Sukewane,Desa Selat Dude,Karangasem menyatakan dirinya malah senang bukan terpaksa ,malah merasa dihargai dirinya diajak ikut bertugas menjadi beberapa kelompok warga pengungsi untuk membantu diberbagai pos kegiatan.

“ Saya senang bisa saling membantu mengerjakan tugas memasak maupun tugas yang lain ,dan yang penting saya merasa dihargai sebagai pengungsi,”celetuknya. Hal yang asa diutarakan pengungsi bernama Ni Wayan Pursade 43 asal Banjar Lebih Desa Sebudi,Karangasem.

Tinggalkan Komentar...