Pengungsi GOR Isi Kesibukan Buat Anyaman

Pengungsi di GOR Swecapura isi kesibukan dengan membuat anyaman cinderamata untuk wisatawan
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Semarapura,balipuspanews.com- Warga Pengungsi yang mulai seminggu ini sibuk membuat anyaman sundung yaitu anyaman sejenis tas maupun asesoris yang sangat disukai para turis.

Dia adalah Ni Ketut Bunter( 42) alamat Br Sebudi kec Selat Dude, Karangasem. Menurutnya untuk mengisi waktu senggang dipengungsian ini dirinya lakukan aktifitas sesuai profesi dirumahnya sebelum mengungsi. Menariknya Ketut Bunter tidak apriori mengerjakan anyaman sundung tersebut seorang diri. Malah banyak warga pengungsi yang berguru kepadanya untuk mendapatkan ilmu nganyam menganyam tersebut.

“ Dikerjakan selama 7 hari anyaman sundung ini baru selesai sebiji.Jika dijual paling tinggi laku seharga 125 ribu dan itu dijualnya pada pengepul yang datang,”sebutnya. Dirinya mengaku memiliki anak dua anak laki laki. Yang paling besar sudah berkeluarga sedangkan yang kecilan adiknya baru berusia 23 tahun masih membantu orang tua bekerja biasanya dirumah.

Sementara itu Suaminya Made Wantana (47) sebagai petani.Namun sejak mengungsi tangannya yang kiri mengalami patah tulang sehingga praktis dirinya tidak bisa menapkahi keluarganya selama ini.

“ Tangan saya sejatinya sudah sempat tersambung patah tulangnya namun saat menaiki motor karena bergetar keras tangan kembali patah ya sekarang terpaksa di gif,”tuturnya memelas.

Dari pantauan dilokasi pengungsian tampak beberapa warga ikut membuat kerajinan anyaman sundung dituntun guru pembimbing dadakan Ni Ketut Bunter. Ketut Bunter ketika ditanya mengaku senang dapat berbagi ilmu menganyam yang dimiliknya.

“ Mudah mudahan mereka nanti jika tidak lagi mengungsi sudah memiliki keahlian membuat anyaman sundung seperti ini,”selorohnya.

Sementara itu salah seorang murid dadakannya dipengungsian yang bernama Ni Komang Astini(37) mengaku senang dapat belajar membuat anyaman sundung. Dia mengaku memiliki suami dan mempunyai dua anak.

” Sebelumnya saya belum pernah membuat anyaman sejenis sundung ini. Baru kali ini mudah mudahan bisa menjadi bekal ketrampilan nanti jika pulang,”jelasnya bahagia.

Hal yang sama juga dikemukakan warga yang belajar m,embuat anyaman sundung bernama Ni Ketut Kardiadih( 36). Namun dirinya mengaku hidupnya pasrah. Karena sampai saat ini dirinya masih singel belum berkeluarga.

“ Belum ada yang mau sama saya pak sampai saat ini masih menjomblo,”celetuknya ngakak.

Tinggalkan Komentar...