Amlapura, balipuaspanews.com – Sejumlah pengungsi terserang penyakit infeksi saluran pernafasan akiabt abu vulkanik erupsi Gunung Agung.
Hal ini terungkap ketika Palang Merah Indonesia (PMI) dan Baguna PDI Perjuangan menggelar pengobatan kepada para pengungsi di pos pengungsian UPTD Pertanian, Rendang, Karangasem, Minggu (10/12) .
Sementara disisi lain, anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) memberikan bantuan logistic ke pengungsi mandiri di pos jaba Kuta, Rendang.
Gelombang pengungsi yang memadati pos UPTD Petarnian, Rendang maupun ditempat lainya juga memunculkan kepedulian para relawan.
PMI sendiri membangun posko ditengah-tengah para pengungsi yang mengurus keperluan para pengungsi, mulai dari penyediaan air sampai memberikan pengobatan.
Koodinator PMI di pos pengungsian UPTD Pertanian, Rendang, I Wayan Ariawan mengatakan, untuk pengobatan kepada para pengungsi dilaksanakan hampir setiap hari dengan menyiapkan relawan di lokasi.
“Untuk pengobatan dengan skala yang besar kita lakukan setiap empat hari sekali,” ujar Pria yang akrab disapa Bebas ini.
Sementara kata Bebas, untuk hari ini pihaknya melibatkan tiga orang dokter untuk melayani hampir 1.628 jiwa yang menempati pos pengungsian UPTD Pertanian ini. Selain dari relawan PMI, pihaknya juga mendapat sokongan dari Baguna PDI Perjuangan, Jatim. “Setiap hari jumlah pengungsi juga mengalami penambahan, apalagi pengungsi disini cukup mandiri,” ujarnya.
Sedangkan,dua dokter yang juga relawan PMI, yakni dr Sugeng Purnomo dan dr Mangesti Utami mengatakan, jika rata- rata para pengungsi mengalami infeksi saluran nafas, maupun gatal-gatal. Selain akibat sebaran abu vulkanik, infeksi saluran nafas disebabkan sirkulasi udara di pengungsian mengingat dilokasi pengungsian juga penuh sesak.
“Kalau gatal-gatal kemungkinan disebabkan jarang mandi, mereka rata-rata mandi sekali, atau bisa saja memakai sabun berbarengan. Namun kalau kebersihan di pengungsian ini termasuk sudah bagus, mereka mulai beradaptasi dengan lingkungan,” ujar dokter asal Banyuwangi ini.
Hal serupa juga dikatakan, dokter Bayu Utoro dari Baguna PDI Perjuangan Jatim yang telah berada di Karangasem untuk membantu korban erupsi Gunung Agung selama 15 hari ini. Menurut dokter Bayu, masyarakat harus lebih sering diberikan edukasi sebagai antisipasi jika abu vulkanik turun. Rendahnya kesadaran masyarakat memakai masker, membuat mereka rentan mengalami infeksi saluran pernafasan. “Rata-rata kita temui karena itu, sehingga diperlukan edukasi yang lebih sering,” ujarnya.
Selain memberikan pengobatan kepada para pengungsi, Baguna PDI Perjuangan sendiri tetap bersiaga bersama Tim SAR dalam melakukan evakuasi terhadap warga yang masih berada di zona bahaya. Pihaknya bersama 10 orang anggota Baguna menempati pos Aju kecamatan Selat dan Kecamatan Rendang. “Kita bergabung bersama Basarnas maupun relawan lainya, untuk melakukan evakuasi warga,” ujar pria asal Kediri, Jatim ini.
Jika PMI dan Baguna PDI Perjuangan menggelar pengobatan kepada para pengungsi, relawan lainya seperti dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) pada hari yang sama juga meninjau lokasi pengungsian di wilayah Rendang. IBI sendiri memberikan bantuan logistic ke pengungsi mandiri, di Jaba Kuta, Rendang. “IBI Bali tadi memberikan bantuan logistic kepada pengungsi mandiri, ini untuk meringankan beban pengungsi,” ujar ketua IBI Karangasem, Ni Wayan Ekawati



