Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

SINGARAJA, balipuspanews.com — Izin Penetapan Lokasi (Penlok) pembangunan Bendungan Tamblang, Kabupaten Buleleng, secara resmi dikeluarkan  oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster. Penetapan lokasi dituangkan melalui surat keputusan Gubernur Bali, Nomor ; 779/01-A/HK/2019, tertanggal 20 Pebruari 2019.

Nah, dalam surat keputusan itu, luas lahan yang diperlukan dalam pembangunan bendungan Tamblang mencapai 58,79 hektar.

Nantinya, lokasi bendungan Tamblang berada di empat desa letaknya bertetangga, yakni Desa Bontihing dan Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan, kemudian Desa Sawan dan Desa Bebetin di Kecamatan Sawan.

Kini izin Penlok itu telah disosialisasikan ke masyarakat di dua kecamatan, sejak Rabu (27/2). Dimana pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida bersama pihak Pemprov Bali telah memasang pengumuman Penlok berserta peta lokasi pembangunan Bendungan Tamblang di masing-masing kantor desa dan kantor kecamatan.

Kepala Satuan Kerja (Kasaker) Bendungan, BWS Bali Penida, I Gusti Putu Wandira mengatakan, pengumuman tentang penlok bendungan yang dipasang di kantor camat dan di kantor desa sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat di empat desa.

Disamping itu, pemasangan pengumuman itu merupakan tahap masa sanggah, selama dua pekan lamanya. Jika masa sanggah tidak ada masyarakat atau pemilik lahan yang keberatan, maka tahap selanjutnya ada pembebasan lahan.

“Sejauh ini, semua pemilik lahan sudah sepakat lahanya dipakai lokasi bendungan,” Kasatker Wandira, belum lama ini.

Menurutnya, dalam pembebasan lahan nanti akan ada panitia tersendiri yang dikoordinir oleh Badan Pertanahan Negara (BPN) Buleleng. Panitia ini akan mengindentifikasi setiap bidang lahan. Setelah seluruhnya teridentifikasi, penilaian ganti rugi diserahkan pada jasa penilai (Tim Appraisal).

Bendugan Tamblang membutuhkan lahan seluas 58,79 hektar, dengan luas genangan 358.585 meter persegi, dan tinggi bendungan mencapai 68 meter. Dari luasan itu, lahan terbanyak yang akan dibebaskan berada di Desa Sawan, seluas 38,59 hektar, kemudian di Desa Bila, 12,2 hektar, Desa Bontihing, 6,49 hektar, dan Desa Bebetin, 1,49 hektar.

Bendungan Tambalang diperkirakan mampu menampung air hingga 7 juta meter kubik, yang dibersumber dari Tukad Daya di Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan. Bendungan Tamblang nantinya akan menjadi salah satu daya tarik wisata baru di Buleleng.

“Nilai proyek Bendungan Tamblang diperkirakan mencapai Rp 800 miliar, dananya bersumber dari APBN,” jelasnya.

Proyek bendungan ini ditarget rampung tahun 2022 mendatang. Bendungan ini, diproyeksikan untuk penyediaan air baku sebesar 510 liter perdetik.

Advertisement
Loading...

Tinggalkan Komentar...