Pensiunan ASN di Seririt, Buleleng, Tega Cabuli Cucu Sendiri

ilustrasi (dok.balipuspa)
ilustrasi (dok.balipuspa)

BULELENG, balipuspanews.com
Tindakan yang dilakukan pria berinisial Ketut S asal Seririt, Buleleng sungguh keterlaluan. Bagaimana tidak. Pensiunan ASN ini diduga nekat cabuli cucunya yang berusia 10 tahun. Peristiwa tersebut diduga berlangsung, Kamis (9/6/2022).

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya mengatakan, kejadian itu bermula ketika korban yang kesehariannya tinggal bersama kedua orang tuanya di Denpasar memilih berlibur dan menginap di rumah tersangka yang ada di salah satu desa di Kecamatan Seririt, Buleleng.

Tanpa ada rasa curiga, lansia yang sudah berusia 70 tahun itu nekat melakukan pencabulan hingga korban merasakan sakit pada bagian tubuh vitalnya.

“Korban ketika itu niatnya berlibur dan diantar kedua orang tuanya dari Denpasar. Namun setelah menginap disana si kakek malah melakukan perbuatan pencabulan terhadapnya,” ungkap AKP Sumarjaya saat dikonfirmasi, Kamis (8/12/2022).

Akhirnya korban yang sudah tidak bisa menahan sakit pada alat vitalnya lalu mengatakan apa yang telah dilakukan sang kakek kepada ibunya. Mendapati anaknya dijadikan pemuas nafsu birahi, ibu korban langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Unit PPA Polres Buleleng.

Menerima laporan itu, penyidik langsung melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Hingga akhirnya Ketut S ditetapkan jadi tersangka dan sempat di rutan Polsek Sawan sebelum akhirnya tidak ditahan dikarenakan sudah berumur dan sakit-sakitan.

Berdasarkan hasil penyelidikan terhadap tersangka sudah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) sesuai dengan Surat Kajari Buleleng Nomor : B-1459/N.1.11/Eku.1.11/2022 tanggal 29 Nopember 2022 perihal hasil penyidikan sudah lengkap.

Tersangka dan barang bukti kemudian diserahkan penyidik kepada JPU, Senin (5/12/2022) dan terhadap tersangka disangka telah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 82 ayat (2) UU Nomor 17 Tahun 2017 tentang perubahan atas UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Sebelumnya memang tidak ditahan lantaran pertimbangan itu tadi, tapi setelah dilakukan pelimpahan itu tergantung penyidik Kejaksaan Negeri Buleleng mau seperti apa penanganannya,” pungkas AKP Sumarjaya.

Penulis: Nyoman Darma

Editor: Oka Suryawan