Talkshow "Ngopi (Ngobrol Pemilu) bareng Bli IDL" yang merupakan pendidikan politik bagi generasi milenial sebagi pemilih pemula pada Pemilu 2019, Sabtu (8/12) di Denpasar
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar, balipuspanews.com-Pemilu 2019 tinggal beberapa bulan lagi. Bagi generasi muda atau yang sering disebut milenial yang telah berusia 17 tahun ini menjadi spesial karena mereka bisa menggunakan hak suaranya untuk pertama kali.

Guna meningkatkan pemahaman dan pengetahuan generasi muda tentang Pemilu, pada Sabtu (8/12) kemarin digelar talkshow yang bertajuk “Ngopi (Ngobrol Pemilu) bareng Bli IDL” di Denpasar yang dihadiri puluhan pelajar SMA/SMK.

I Gede John Darmawan,  Komisioner KPU Provinsi Bali mengatakan, pada Pemilu 2019 nanti ada 60 pemilih pemilih pemula yang dicirikan memiliki idealisme tinggi dan keinginan untuk membangun bangsa yang tidak berdasarkan pragmatisme.

“Bagi generasi muda yang telah berusia 17 tahun paling lambat 17 April 2019 bisa ikut Pemilu. Ini penting karena merupakan proses demokrasi yang mana indeks demokrasi Indonesia terus mengalami peningkatan yang salah satunya ditunjukan oleh Pemilu yang berlangsung sukses,” ujarnya.

Untuk itu, generasi muda sebelum memilih nanti diharapkan mempelajari rekam jejak calon, baik itu presiden dan wakil presiden, calon anggota DPD RI, DPR RI dan DPRD.

“Hak memilih bersifat sangat pribadi, jadi tentukan pilihan sesuai aspirasi, tak boleh ada paksaan dari orang lain, sesuai asas LUBER (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia),” katanya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Denpasar Ahmad Baidowi mengatakan, pendidikan politik sangat penting terutama bagi generasi muda dan Bawaslu telah rutin mengadakan pendidikan politik untuk ormas kepemudaan, dan melakukan sosialisasi ke tempat-tempat ibadah guna memberikan pengetahuan pada masayarakat.

“Kesadaran politik itu sangat penting untuk membangun politik jujur dan adil, Sebagai badan pengawas Pemilu, kami juga melibatkan masyarakat sebagai pengawas partisipatif saat Pemilu 2019 berlangsung nanti,” ujarnya.

Antonius Iwan Dwi Laksono (IDL), Ketua Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) menyebut, generasi muda memiliki peran sangat strategis untuk menjaga keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia. Maka itu, ia mengajak generasi muda agar tetap memegang teguh nilai-nilai Pancasila dan UUD  1945 serta Bhinneka Tunggal Ika.

“Generasi muda harus bahu-membahu menjaga kualitas demokrasi di Indonesia. Jangan sampai Pemilu 2019 mendatang diwarnai dengam aksi-aksi yang merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Calon Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Bali dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Menurutnya, masa depan bangsa Indonesia ada di tangan generasi muda yang memiliki ketahanan dan kekuatan dalam mempertahankan kemerdekan dan kepribadian yang terwujud dalam Pancasila dan UUD 1945. (Angga/bpn/tim)

Advertisement
Loading...

Tinggalkan Komentar...