Sabtu, Oktober 24, 2020
Beranda Bali Jembrana Penumpang Nyemplung Raib, Pencarian Dihentikan

Penumpang Nyemplung Raib, Pencarian Dihentikan

NEGARA, balipuspanews.com- Keganasan laut di selat Bali benar-benar membut tim SAR gabungan kesulitan menemukan Dominggus Tongorongo,22, penumpang kapal motor penumpang (KMP) Gilimanuk 1 yang nyemplung di selat Bali pada Senin (4/11) malam.

Meski sudah berusaha melakukan pencarian sampai hari ke 7 Minggu (10/11) namun warga Sumba Barat, NTT itu tetap raib.

Sejak Dominggus Tongorongo dilaporkan nyemplung dari atas KMP Gilimanuk 1 tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian. Selain tim SAR mengunakan Rib Boat,

Satuan Polair Polres Jembrana mengunakan kapal boat tipe C2 serta instansi terkait lainya bersama nelayan juga ikut melakukan pencarian. Informasi juga disebar ke warga pesisir baik di wilayah Banyuwangi maupun Jembrana. Namun pencarian yang dilakukan setiap hari ditengah cuaca panas serta harus melawan ganasnya arus di selat Bali, belum membuahkan hasil. Penumpang bus Jawa Indah L 7852 UV dengan cirri-ciri rambut lurus panjang menggunakan jaket hitam bergaris merah dan celana jean pendek warna biru dongker yang nyebur dari atas KMP Gilimanuk 1 saat menyebrang dari pelabuhan Ketapang, Banyuwangi itu belum berhsil ditemukan.

“Pencarian sudah kami lakukan setiap hari dengan menyisir mulai dari perkiraan korban terjatuh sampai radius belasan mil namun sampai hari ke tujuh belum berhasil ditemukan,” ujar Koordinator Pos SAR Jembrana Komang Sudiarsa.

Menurut Sudiarsa, hilangnya korban itu diduga disebabkan berbagai factor. Seperti saat korban terjatuh diperkirakan langsung hanyut terbawa arus yang saat itu sangat deras. Kemudian juga diduga karena korban saat terjatuh mengunakan pakian lengkat segingga cepat tenggalam

. “Selain malam itu arus deras yang mungkin menghanyutkan korban. Kami juga kesulitan melakukan pencarian karena posisi korban terjatuh juga tidak diketahui pasti,”ungkapnya. selain itu juga tidak menutup kemungkinan korban yang mengenakan pakaian lengkap tenggelam kemudian masuk ke palung laut di selat Bali yang dikenal dalam. Selain dalam arus dipalung laut Selat Bali juga dikenal ganas dan berbahaya. Dahulu juga perna ada penumpang kapal yang jatuh ke laut juga tidak berhasil ditemukan, bahkan puluhan tahun lalu sebuah kapal yang tenggelam diselat Bali hingga kini bangkainya juga raib.

“Bisa jadi korban tenggelam lalu masuk ke palung dan tertahan didalam,”jelasnya. Karena sampai hari ke tujuh pencaruan dilakukan, korban belum berhasil ditemukan maka sesuai dengan standar operasional, waktu pencarian dihentikan.” Meski dihentikan namun kita tetap berharap korban bisa ditemukan. Jika nanti ada infornasi dari masyarakat atau nelayan yang menmukan mayat dilaut maka kami akan segera melakukan evakuasi,” pungkasnya. (nm/bpn/tim)

- Advertisement -

Warga Temukan Orok di Parit Areal Jogging Track Sanur Kauh

SANUR, balipuspanews.com - Penemuan orok membusuk berlangsung di pinggir parit areal jongging track di Jalan Prapat Baris, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Jumat (23/10/2020) sekitar...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of