Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Cahyani Widyawati MKes mengakui bahwa setiap tahun ada peningkatan kasus baru di wilayah Gianyar

Gianyar, balipuspanews.com- Penyakit yang banyak merenggut nyawa HIV ( Human Immunodefeciency Virus) di Kabupaten Gianyar tercatat sejak tahun 1987, sebanyak 1.216 warga yang terinfeksi virus yang sangat mematikan.

Virus HIV sulit di deteksi, bila pasien terinfeksi virus HIV tanda dan gejala bisa muncul 3-5 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Cahyani Widyawati MKes mengakui bahwa setiap tahun ada peningkatan kasus baru di wilayah Gianyar.

“Tahun lalu ada 178 kasus baru, tahun ini sampai bulan Mei sudah ditemukan 59 kasus baru,” jelasnya didampingi Kepala Seksi Pencegahaan dan Pengendalian Penyakit Menular, Nyoman Astawa dan Penanggung jawab Program HIV, I Made Maba ditemui dikantor Rabu (5/7).

Namun sayangnya, Cahyani enggan berbagi angka jumlah ibu hamil di Gianyar yang positif HIV. Meski demikian, pihaknya memastikan dari total kasus ibu hamil yang positif HIV, sebagian besar melahirkan bayi yang negative HIV.

“95 persen bayi yang lahir dari ibu positif HIV, kondisinya normal. Maka itu, kami tidak akan bosan-bosan mendorong supaya ibu hamil mau periksa diri,” ujarnya.

Dalam menghadapi inilah, pihaknya mengatakan telah melatih bidan-bidan di Kabupaten Gianyar sekaligus menjadi konselor. Selain temuan pada ibu hamil, kasus baru juga ditemukan pada kasus di Rumah Sakit.

Baik pasien sebagai upaya penanganan, pihaknya menjelaskan bahwa 13 Puskesmas di Gianyar telah seluruhnya tersedia layanan VCT. Untuk mencegah terjadinya penyebaran virus di dalam tubuh dengan mengonsumsi ARV secara teratur, daya tahan tubuh akan meningkat.