Penyandang Disabilitas Jajakan 50 Kerajinan di PKB

Penyandang Disabilitas I Ketut Sumerta menunjukkan kerajinan tangan.
Penyandang Disabilitas I Ketut Sumerta menunjukkan kerajinan tangan.

DENPASAR, balipuspanews.com-
Pemerintah Provinsi Bali memberi ruang bagi penyandang disabilitas dalam PKB XLI. Sebanyak 50 jenis karya kerajinan tangan dijajakan oleh penyandang disabilitas dari “Yayasan Bunga Bali” di Taman Budaya, Art Center, Denpasar.

Dikatan I Ketut Sumerta sebagai penjaga stand, kerajina tangan yang di jual merupakan hasil dari 30 orang penyandang disabilitas yang diberikan keterampilan untuk membuat berbagai macam kerjinan di Yayasan.

Sumerta membandrol harga kerajinannya mulai dari harga 15 ribu sampai 800 ribu. Harga senilai itu, nampaknya sesuai dengan hasil kerajinan yang dihasilkan.

Memilih bahan kayu, untuk mengurangi penggunAn berbahan plastik. Karena bahan kayu merupakan bahan ramah lingkungan

Ditanya kualitas kerjinan yang dijual, Sumerta menjamin barang yang dijual berkualitas. Pasalnya bahan yang digunakan dari kayu berkelas seperti Mahoni, ada juga dari bambu.

Memilih bahan kayu, untuk mengurangi penggunaan bahan kerajinan berbahan plastik. Karena bahan kayu merupakan bahan ramah lingkungan

Pria asal Jembrana ini menuturkan penjualannya selama seminggu berjalamnya PKB, hasil penjualan tidak tentu tergantung ramai sepinya pengunjung yang datang ke PKB.

“Saat kemarin ramai dapat berjualan hingga 1 juta, kalau pas sepi bisa 150 ribu,” ucap Sumerta, pria yang sudah lima tahun bergabung di Yayasan, Sabtu (22/6).

Susah senang iya tetap lakoni berada di Yayasan. Ia bisa berkumpul dengan keluarga penyandang disabilitas yang penuh kegiatan layaknya orang-orang normal.

Dalam pengerjaan kerajinan tangan yang dijualnya, dirinya mengaku sebagi tukang potong kayu, pengerjaan yang lainnya seperti ngecat, membentuk, dikerjakan teman lainnya sesuai kemampuan yang dimiliki.

Hasil kerjaninan tangan yang dihasilkan ini berkat seorang yang memberikan ilmu cara membuat kerajinan berbahan kayu dan bambu yang didatangkan pihak Yayasan .

Dari 50 jenis karya yang dijajakan di PKB ada berupa kereta angka, gambar pulau Bali, mobil kecil hingga mobil besar juga dibuatnya, kapal dan lain-lain.

“Tiang bukak jam dasa semeng sampek jam 11 peteng wau metutup (saya mulai jualan jam 10 pagi sampai jam 11 malam baru tutup,” Sumerta mengakhiri. (bud/bpn/tim).