Kapal terbakar
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar, balipuspanews.com -Petugas Labfor Mabes Polri masih melakukan investigasi untuk mencari titik awal api atau penyebab kebakaran kapal di Pelabuhan Benoa, Denpasar.

“Kami masih menunggu hasil dari Labfor. Saat ini kapal masih dalam proses pendinginan,” ujar Irjen Golose, Rabu (11/7).Peristiwa terbakarnya puluhan kapal ikan di Pelabuhan Benoa, terus diselidiki

Ia mengatakan sampai saat ini polisi masih mengumpulkan bukti-bukti untuk mencari titik terang penyebab terjadinya kebakaran, sekaligus guna memastikan apakah ada unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.

Kapolda Bali, Irjen Petrus Reinhard Golose mengatakan untuk jumlah kapal ikan yang terbakar di Pelabuhan Benoa dipastikan 45 unit kapal.

Sementara, dari hasil penyelidikan polisi sudah memeriksa 14 saksi-saksi terkait peristiwa. Mayoritas saksi yang diperiksa berasal dari nakhoda, dan anak buah kapal (ABK) KM Cilacap Jaya Karya. Ditanya, apakah kemungkinan ada tersangka dibalik terbakarnya kapal, Irjen Golose belum bisa berkomentar banyak.

Meski demikian, jenderal bintang dua dipundak itu telah memerintahkan anggotanya untuk menyelidiki adanya indikasi tidak pidana dalam kebakaran tersebut. Ia pun enggan merinci sejauh mana hasil dari penyelidikan.

“Yang jelas, kami dari pihak kepolisan akan menyampaikan perkembangan penyelidikan peristiwa kebakaran kapal itu setelah keterangan para saksi didukung oleh keterangan saksi (dua alat bukti kuat). Biarkan semua prosesnya lengkap dulu. Nanti baru bisa dilihat, apakah penyebab peristiwa itu karena terbakar atau dibakar,” beber jenderal kelahiran Manado Sulawesi Utara itu.

Diberitakan, puluhan kapal penangkap ikan yang bersandar di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan (Densel) tersebut, terbakar, pada Senin (9/7) pukul 02.30. Peristiwa kebakaran yang menimbulkan kerugian hingga ratusan miliar rupiah itu, diduga disebabkan hubungan arus pendek dari mesin pendingin bahan makanan KM (Kapal Motor) Cilacap Jaya Karya yang menjalar ke kapal lainnya karena hembusan angin. (pl/bpn/tim)

 

Advertisement

Tinggalkan Komentar...