Sabtu, Mei 18, 2024
BerandaKarangasemPenyertaan Modal Ditolak, Bupati Gede Dana Sarankan Perumda Tirta Tohlangkir Tarik Deposito

Penyertaan Modal Ditolak, Bupati Gede Dana Sarankan Perumda Tirta Tohlangkir Tarik Deposito

KARANGASEM, balipuspanews.com – Sependapat dengan pandangan umum fraksi-fraksi di DPRD yang disampaikan dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Karangasem, Kamis (5/10/2023), Bupati Karangasem, I Gede Dana dengan tegas menyampaikan bahwa saat ini tidak menyetujui penyertaan modal untuk PDAM Perumda Tirtatohlangkir.

Kepada wartawan usai mengikuti rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika, Bupati Gede Dana mengatakan bahwa saat ini belum perlu untuk dilakukan penyertaan modal, mengingat kondisi neraca keuangan Perumda Tirta Tohlangkir yang sudah cukup stabil.

Sebaliknya, Bupati Gede Dana meminta Perumda untuk menarik deposito yang selama ini disimpan di salah satu bank. Hemat dia, jika dana deposito tersebut ditarik maka akan sangat cukup untuk menambah jaringan baru guna memaksimalkan pelayanan air bersih agar lebih maksimal kepada para pelanggan.

“Kami sangat setuju dengan pandangan semua fraksi di DPRD Karangasem. Menurut hemat kami memang sementara ini belum perlu ada lagi penyertaan modal di PDAM Karangasem. Bahkan dari dulu sewaktu saya menjabat sebagai Ketua DPRD Karangasem, saya memang tidak sepakat dengan penyertaan modal ini,” kata Gede Dana.

BACA :  Motor Tersenggol Bus, Satu Orang Dinyatakan Meninggal Dunia

Karena setelah rancangan dikirim, dalam Perda juga menyatakan jika boleh tidak melakukan menyertakan modal. Maka dari itu, penyertaan modal di PDAM kedepannya tidak dilakukan lagi. Dengan asumsi jika deposito yang selama ini disimpan atau ditabung di bank, sebagian bisa ditarik, maka uang tersebut bisa dipergunakan untuk menambah jaringan baru agar pelayanan air bersih kepada masyarakat bisa lebih maksimal.

“Dana deposito yang ada saat ini sekitar Rp 16 miliar, dan saat ini kita tengah merancang untuk penarikan deposito tersebut. Karena deposito tersebut tidak bisa ditarik dengan cepat, karena butuh perencanaan lebih dulu,” terangnya.

Sambil berjalan menuju pintu keluar DPRD, Bupati Gede Dana masih secara lugas menjelaskan kepada awak media bahwa sebagian uang deposito tersebut tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk menambah jaringan baru, namun uang tersebut juga bisa dipergunakan untuk memperbaiki termasuk mengganti jaringan-jaringan yang sudah tua. Karena selama ini itu yang membuat tingkat kebocoran air yang terjadi cukup tinggi.

Menurut Gede Dana, adapun salah satu target dalam pemerintahannya adalah bagaimana mengoptimalkan jaringan pipa dan penyaluran air ke Seraya, Manggis, dan Kubu. Bahkan, pihaknya juga ingin memaksimalkan air Telaga Waja ke wilayah Kubu. Karena saat ini baru sekitar 13 persen yang digunakan.

BACA :  Lantik 30 PPK di Badung, Mayoritas Didominasi Wajah Lama

“Untuk optimalisasi ini, kami sudah merencanakan untuk membangun reservoar di Padangbai, Manggis agar air Telaga Waja bisa mengalir kesana,” tandasnya.

Penulis: Gede Suartawan

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular