Selasa, Juli 23, 2024
BerandaDenpasarPenyidik Rekontruksi Kasus Resort Detiga Bugbug, 16 Tersangka Gelar 28 Adegan

Penyidik Rekontruksi Kasus Resort Detiga Bugbug, 16 Tersangka Gelar 28 Adegan

DENPASAR, balipuspanews.com – Penyidik Ditreskrimum Polda Bali menggelar rekontruksi kasus perusakan dan pembakaran Resort Detiga Neano Bugbug, Karangasem. Rekontruksi berlangsung di basemen gedung PRG, Polda Bali, Jalan WR Supratman Nomor 7 Denpasar, pada Senin (2/10/2023).

Sementara 16 tersangka terdiri dari 11 laki-laki dan 5 perempuan yang terlibat dalam kasus ini dihadirkan dengan tangan diborgol. Rekontruksi yang berlangsung sekitar pukul 12 00 WITA ini dihadiri tim Kejaksaan Negeri Denpasar dan kuasa hukum para tersangka.

Dalam rekontruksi 28 adegan tersebut, penyidik ingin melihat sejauh mana peran dari masing-masing para tersangka. Tepatnya siapa yang berbuat apa, dan disaksikan oleh siapa.

Dari pengamatan di rekontruksi, belasan para tersangka yang mengenakan baju tahanan warna orange ini dibagi menjadi 3 dan memperagakan 28 adegan. Mereka memperagakan bagaimana saat awal datang ke lokasi Resort Neano hingga melakukan perusakan dan pembakaran.

“Semua adegan yang mereka lakukan tidak ada yang berubah sesuai dengan keterangan di BAP,” beber Kasubdit III Ditreskrimum Polda Bali AKBP Edang Tri Purwanto yang pimpin rekonstruksi.

BACA :  Puluhan Perahu Layar Adu Cepat di Laut Air Kuning

Dijelaskannya, dari hasil pemeriksaan terhadap para tersangka, tidak ditemukan adanya indikasi tokoh intelektual atau provokator. Sebagaimana informasi berkembang yang menyebutkan adanya aktor intelektual terkait kasus tersebut.

“Semua tersangka mengaku bergerak ke lokasi dan melakukan perusakan dan pembakaran secara spontan. Tidak ada satupun di antara tersangka mengaku disuruh atau digerakkan orang lain sebagai provokator,” ungkapnya.

Meski begitu, kata perwira melati dua dipundak ini penyidik masih terus melakukan pemeriksaan tambahan terhadap para tersangka.

“Keteranganya masih didalami untuk mengungkap tersangka lainnya,” bebernya.

Sementara itu Erwin Siregar, salah satu dari tim penasehat hukum para tersangka mengaku siap kawal kasus ini sampai di pengadilan. Namun demikian dia bersama tim memohon kepada Kapolda Bali agar permohonan penangguhan terhadap 16 orang kliennya itu ditangguhkan.

“Kami sudah tiga kali mengajukan permohonan penangguhan penahanan namun sampai saat ini belum ada jawaban. Kami sebagai penasehat hukum jadi jaminan. Mereka tidak akan kabur ataupun mengulangi perbuatan mereka. Demi kemanusiaan kami mohon polisi tangguhkan penahanan terhadap klien kami ini,” ujarnya.

BACA :  Polisi Gelar Patroli di Sepanjang Titik Rawan Kejahatan, Sasaran Bawa Sajam

Penulis: Kontributor Denpasar

Editor: Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular