Peradah KLungkung menggelar tradisi Ngejot bagi warga kurang mampu yang ada di Klungkung

Semarapura,balipuspanews.com- Kegiatan “Peradah Ngejot” dilakukan untuk menyambut hari raya Galungan dan Kuningan. Di mana tujuan dari kegiatan ini (ngejot) adalah berbagi kepada semeton umat Hindhu yang tidak mampu agar dapat sama2 menikmati indahnya kemenangan dharma.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua DPK Peradah Indonesia,Klungkung Gede Arya Juniarta  disela sela pemberian bantuan kepada warga miskin yang ada diwilayah Banjarangkan,Klungkung, Sabtu(22/12/2018) bertepatan dengan Purnama  Kapitu sebagai hari baik untuk berdharma kepada masyarakat.

Menurutnya, kegiatan Ngejot dilakukan  selaras dengan ajaran Tri Hita Karana khususnya pawongan, yaitu membina hubungan yang selaras dengan sesama manusia.

“ Dengan kegiatan ini diharapkan timbul rasa saling memiliki antar umat sedharma, sehingga tidak ada yang merasa ditinggalkan atau tidak dihiraukan. Disamping itu kegiatan ini adalah murni sebagai kegiatan sosial atau punia, di mana sumber dana dari kegiatan ini juga murni berasal dari punia masyarakat pada umumnya dan intern anggota DPK Peradah Klungkung pada khususnya,”ujar tokoh muda Generasi Muda Hindu yang juga Ketua DPK Peradah Indonesia Klungkung ini penuh semangat.

Kekompakan seluruh Pengurus DPK Peradah Indonesia,KLungkung ini ,mengawali kegiatan “ NGEJOT” kepada warga yang kurang mampu ini yang dilaksanakan Sabtu(22/12/2018) bertepatan dengan Purnama Sasih kepitu dengan berkumpul di Gedung Pemuda KNPI Klungkung.

Seterusnya dikomando Ketua DPK Peradah Indonesia,Klungkung rombongan Pengurus Peradah KLungkung ini sekitar pukul 9.30 wita dengan penuh semangat dengan membawa sepeda motor beriringan dengan muatan berbagai kebutuhan sehari hari warga seperti beras,Mie Instant,Telor,kopi dan gula   menuju sasaran seorang warga kurang mampu yang hidup sebatang kara  di Banjar Tusan Kangin,Banjarangkan,KLungkung menemui Ni Nyoman Nami, 40, dan memberikan bantuan kebutuhan hidup sehari hari . Mendapatkan kunjungan Pengurus Peradah KLungkung ini Nyoman Nami merasa terharu dengan kepedulian Peradah Klungkung ini.

Dari tempat tersebut rombongan Pengurus Peradah Klungkung menuju  kediaman  Ida Ayu Candrawati, 68, alamat Desa Tusan,Banjarangkan,Klungkung . Wanita yang tampak sangat renta ini tinggal bersama  bertiga dengan keluarganya. Pekerjaan mereka sehari hari membuat  wadah canang.  Kedatangan Pengurus Peradah ini membuat mereka begitu terharu karena ada warga yang peduli dengan kehidupan mereka. Selanjutnya rombongan menuju Banjar Kelodan Desa Nyalian,Banjarangkan,KLungkung menemui nenek hidup merana seorang diri yaitu Ida Ayu Biang Ewer(70). Dengan tertatih tatih nenek ini berusaha menyapa rombongan walaupun harus dipapah dari tempatnya tidur sekaligus sebagai dapur.

“ Tiang nutugang hidup malih ajebos tanah niki sampun serahang tiang ring jro kelian mangde dados duwe Banjar,”ujarnya lirih.

Kondisi nenek ini sangat memprihatinkan karena kesehariannya hidup seoarng diri tiada seorangpun menemaninya.

Sebagai tradisi kegiatan “ NGEJOT” ini merupakan warisan leluhur yang keberadaannya kini makin luntur seiring tergerus jaman globalisasi ini,diharapkan mampu menghidupkan kembali rasa saling memiliki dan eling pada sesama utamanya bagi warga yang kurang mampu maupun tidak beruntung dari segi finansial kehidupan mereka sehingga keseharian mereka penuh dengan keterbatasan. Menurut Gede Arya Juniarta menyatakan ke depan kegiatan seperti direncanakan akan dilakukan secara berkesinambungan, tidak hanya pada satu wilayah tertentu, tetapi menyebar ke seluruh wilayah kabupaten Klungkung.(Roni)