Peradi Singaraja Gelar PKPA, Ingatkan Advokat Untuk Taati Kode Etik

Pelaksanaan PKPA secara virtual oleh DPC Peradi Singaraja yang bekerjasama dengan Undiksha Singaraja
Pelaksanaan PKPA secara virtual oleh DPC Peradi Singaraja yang bekerjasama dengan Undiksha Singaraja

BULELENG, balipuspanews.com – Agar menciptakan para advokat yang benar-benar berkualitas Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) digelar DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Singaraja yang bekerjasama dengan Undiksha Singaraja, pada Jumat (17/9/2021) resmi dibuka.

Dimana yang menjadi fokus pada PKPA kali ini tidak lain yakni calon advokat ditekankan untuk mentaati kode etik profesi Advokat sehingga nantinya tidak ada yang terjerat persoalan hukum.

Ketua Panitia PKPA DPC Peradi Singaraja, Kadek Doni Riana mengatakan PKPA yang akan berlangsung dari Jumat (17/9/2021) hingga Jumat (15/10/2021) ini, nanti akan dibuka langsung Ketua Umum DPN Peradi, Prof Otto Hasibuan serta sekaligus akan memberikan materi dalam acara tersebut.

Dalam pelaksanaannya, acara ini diikuti oleh sekitar 25 peserta PKPA dan Pengurus DPC Peradi Singaraja secara virtual di gedung Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Undiksha Singaraja mengingat situasi pandemi Covid-19.

Meski begitu, pihaknya tetap optimis hal ini tidak akan mengurangi antusias pemberian materi yang diberikan dalam pendidikan advokat apalagi pelaksanaanya setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu.

“Ini (PKPA) salah satu syarat bagi mereka ingin beralih profesi sebagai advokat. Jadi mereka telah mempunyai bekal terkait profesinya itu,” ungkapnya yang juga selaku Sekretaris DPC Peradi Singaraja.

Sementara, Ketua DPC Peradi Singaraja, Gede Harja Astawa menegaskan nantinya setelah PKPA ini diselenggarakan tidak lain tujuannya yakni mencetak para advokat handal dan profesional.

Sebab apa yang diikuti dalam kegiatan merupakan bagian dari persyaratan untuk para lulusan hukum yang akan terjun ke dunia advokat. Bahkan untuk kedepan para calon advokat juga ditekankan agar selalu mentaati kode etik profesi advokat.

“Memang ini tidak akan menjamin advokat nanti melanggar, tapi kembali kepada karakter orang personal itu. Tetap diawal kami ingatkan, kode etik harus dijadikan dasar untuk bertindak dalam hal menjalankan profesi. Kalau ada pelanggaran, ya ada sanksi tegas dan bisa saja izin (beracara) dicabut,” tegasnya.

Disisi lain, Wakil Dekan I FHIS Undiksha Singaraja, I Nengah Swastika menerangkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini memang pertama kali digelar di Undiksha Singaraja. Bahkan apa yang dilakukan dalam kegiatan itu tidak lain untuk meningkatkan profesionalisme dan keterampilan anak-anak yang lulus dari program ilmu hukum. Diharapkan, kegiatan ini bisa terus berkelanjutan.

“Tentu kegiatan ini kami harap tidak sekali ini saja tapi bisa berkelanjutan, sehingga program ini akan menjadi program berkelanjutan, supaya melahirkan tenaga kerja yang berkualitas dan termasuk Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial ingin menyiapkan tenaga profesional di bidang advokat,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan