Sabtu, Mei 18, 2024
BerandaNewsEkonomiPeran DUDI Pendukung Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi

Peran DUDI Pendukung Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi

JAKARTA, balipuspanews.com – Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK, Warsito menjadi pembicara pada acara Monthly Meeting Forum Komunikasi dan Koordinasi Sumber Daya Manusia (FKKSM MM2100) di Conference Room PT. Megalopolis Manunggal Industrial Development (PT. MMID), Cikarang Barat, Bekasi, Selasa Pagi (06/02/2024).

Warsito menyampaikan bahwa keberadaan Dunia Usaha dan Dunia Industri terkhusus di Kawasan Industri MM2100 sangat penting mengingat peran DUDI sebagai salah satu pilar utama pendukung revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi.

“Banyak Industri di MM2100 sebagai tempat pemagangan dosen/guru dan mahasiswa/siswa, tempat menyalurkan lulusan, serta menjadi tempat pengembangan kurikulum dan riset terapan. Agar juga memfasilitasi pemagangan para pencari kerja. Kemenko PMK mengapresiasi Industri Bapak/Ibu sekalian”, ujar Warsito.

Warsito juga menyampaikan bahwa Kemenko PMK  berharap agar Industri di MM2100 dapat bermitra dan berkolaborasi dengan lembaga pendidikan dan pelatihan. Hal ini perlu dilaksanakan untuk menyelaraskan kebijakan pendidikan dan pelatihan vokasi, yang praktiknya sejalan dengan kebutuhan industri; mengembangkan skema pemadanan dukungan (matching fund) antara Lembaga Pendidikan dan DUDI; pengembangan teaching factory (TeFa) yang terintegrasi; pengadaan sarana dan prasarana; serta pelibatan dosen/guru tamu.

BACA :  Hotel Dibooking Tamu WWF, Hotel di Karangasem Ikut Kecipratan

Prinsip dasar penyelenggaran revitalisasi vokasi adalah berorientasi pada kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dunia kerja, dan kewirausahaan; serta pembagian tanggung jawab antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dunia usaha, dunia industri, dunia kerja, dan masyarakat.

Dalam menjalankan revitalisasi vokasi, Pemerintah perlu membentuk Tim Koordinasi Daerah Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi (TKDV) dengan melibatkan KADIN Daerah serta asosiasi profesi, asosiasi industri, akademisi, DUDIKA dan pakar/profesional. TKDV menjadi lembaga tunggal koordinasi vokasi di daerah.

Warsito berharap dengan sudah terbentuknya TKDV Jawa Barat dan TKDV Kab. Bekasi dapat mendorong terjadinya sinergi dan kolaborasi efektif antara pemerintah daerah dan dunia industri dalam menjawab tantangan pendidikan dan pelatihan SDM masa depan. Industri di MM2100 yang sudah menjalankan pemagangan kerja dapat mengikuti Program Super Tax Deduction Vokasi.

“PVPV harus melekat dengan Dudika, dan itu saja belum cukup, tetapi tantangan ke depan harus memberikan arah pada Dudika”, ujar Warsito.

Salah satu manajer menyampaikan bahwa perusahaannya sudah melaksanakan semua konsep revitalisasi vokasi. Pendampingan kurikulum, pemagangan, praktisi mengajar, rekrutmen karyawan berbasis pemagangan, dan pemagangan bagi pencari kerja.

BACA :  Ambil Barang Penumpang Bandara Ngurah Rai, Karyawan Rentcar Ditangkap

“Semoga acara ini menjadi ajang knowledge sharing untuk penguatan peran industri dalam meningkatkan dan pengembangan produktivitas dan daya saing SDM”, tutup Deputi Warsito, yang juga sebagai Ketua Pelaksana TKNV.

Kegiatan monthly meeting tersebut dihadiri oleh lebih dari 125 manajer HRD perusahan yang ada di kawasan industri MM2100 Cikarang. Di kawasan industri ini terdapat kurang lebih 100 ribu karyawan dengan jenjang kualifikasi pendidikan menengah dan tinggi.

Penulis/editor: Ivan Iskandaria.

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular