28.7 C
Denpasar
26/01/2022, 11:35 PM
DenpasarPeran Guru dalam Gerakan Sekolah Menyenangkan

Peran Guru dalam Gerakan Sekolah Menyenangkan

balipuspanews google news

DENPASAR, balipuspanews.com – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) umumnya dan SMK Pusat Keunggulan (SMK-PK) khususnya, pada tahun 2021 ini didorong oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) untuk menjadi SMK yang menyenangkan. Idealisme Kemendikbud Ristek itu dikemas dalam satu program yang populer disebut “Gerakan Sekolah Menyenangkan” (GSM).

“Pelaksanaan program itu berbasis pada konsep link and match antara proses pembelajaran teoretis di sekolah dengan realitas konkret. Saya kira, kehadiran GSM ini memang sangat kontekstual sekarang mengingat ada begitu banyak sekolah yang masih sulit untuk mendapatkan peserta didik baru (PD) pada awal tahun ajaran, masih adanya tawuran PD dan masih sulit untuk dapat mendorong peningkatan kualitas yang menjadi goal sekolah.

Citra sekolah yang menyenangkan tentu berimbas pada tingginya animo dan antusiasme siswa untuk melanjutkan pendidikan di sekolah tertentu,” ujarnya.

GSM merupakan gerakan yang mengupayakan penumbuhan kesadaran akan sekolah sebagai institusi yang tugas pokok dan fungsinya memberikan pelayanan pendidikan dan pembelajaran kepada peserta didik. Titik fokus perhatian adalah bagaimana peserta didik merasa senang atau bahagia berada di lingkungan sekolah.

Pertanyaan yang menggelitik untuk menjadi refleksi kita semua dalam upaya memahami GSM ini adalah siapa yang paling berperan dalam mengembangkan GSM ini? Bagaimana seharusnya peran yang dimainkan oleh ‘subyek sentral’ itu dalam menjabarkan ideal sekolah yang menyenangkan tersebut?

Salah satu pihak di internal sekolah yang turut berperan dalam upaya menciptakan sekolah sebagai satu institusi yang menyenangkan adalah guru.

Guru diharapkan mampu untuk “mendandani” dirinya sendiri dengan berbagai kemampuan baik hardskill maupun softskill. Guru perlu memiliki suatu pemahaman bahwa merekalah pemilik sekolah yang wajib memberikan pelayanan prima kepada semua pemangku kepentingan sekolah.

Kegagalan pelayan pendidikan dan pembelajaran baik secara individu maupun kelompok justru berdampak negatif terhadap pencitraan dan keberlanjutan sekolah yang bersangkutan.

Bagaimana guru seharusnya memainkan peran dalam mewujudkan sekolah menyenangkan. Pertama, guru merupakan figur yang dapat dijadikan contoh, digugu dan ditiru oleh peserta didiknya. Tentu, dalam hal ini menjadi contoh dan dapat ditiru untuk hal-hal yang baik.

Semboyan Ki Hajar Dewantara yang terkenal, yakni Ing Ngarso Sung Tulodho, di depan memberikan contoh, Ing Madya Mangun Karso, di tengah memberikan semangat dan Tut Wuri Handayani, di belakang memberikan dorongan, menjadi pola dan pegangan bagi guru dalam seluruh aktivitasnya ketika berhadapan dengan peserta didik.

Dalam konteks disiplin, guru menjadi orang terdepan dalam mengajarkan disiplin melalui sikap dan perilaku yang dapat dijadikan contoh dan ditiru oleh peserta didik. Model pembelajaran dengan mengedepankan banyak contoh yang dapat ditiru akan lebih mudah diikuti oleh peserta didik.

Ketika guru memberikan contoh disiplin dengan datang lebih awal di sekolah, datang lebih awal di kelas dan tidak pulang sebelum waktunya untuk pulang, sebenarnya secara tidak langsung mengajarkan kepada peserta didik untuk dapat mengelola dan menghargai waktu. Karena siapa dapat mengelola waktu dengan baik, dijamin akan sukses dalam memperjuangkan asa dan cita-citanya.

Ketika guru memberikan contoh melalui salam, senyum, sapa, santun dalam bertutur, berarti guru telah mengajarkan untuk saling menghargai sebagai sesama makhluk sosial dan berbudaya. Ketika guru menampilkan cara berpakaian yang rapi dan sopan, maka sebenarnya guru mengajarkan bagaimana mencintai dan menghargai diri kita sendiri.

Kemampuan guru dalam menampilkan hal-hal di atas di hadapan peserta didik akan memunculkan penilaian positif peserta didik terhadap pendidik dan akan dijadikannya sebagai tokoh model yang dibanggakannya.

Semakin banyak tokoh model yang dibanggakan peserta didik di sekolahnya akan membuat peserta didik betah dan senang berada di sekolah karena selalu bertemu dengan guru yang dibanggakannya. Guru telah berhasil membuat sekolahnya menyenangkan bagi peserta didiknya.

Kedua, aspek pelayanan. Masih kuat dalam ingatan kita sebagai seorang guru akan ungkapan ‘tamu adalah raja’ (guest is the king). Dalam nada yang sama, seorang guru mesti menganggap peserta didik sebagai raja yang mesti mendapat layanan prima (excellent service).

Ungkapan ini menyegarkan memori kita akan tugas guru sebagai seorang pelayan. Tugas guru sebagai tuan rumah (host) yang baik adalah memberikan pelayanan yang prima kepada setiap stakeholder sekolah.

Peserta didik adalah tamu yang wajib mendapat pelayanan prima dari sekolah. Mendapat pelayanan pembelajaran dan pendidikan dari guru sebagai tuan rumah adalah “hak peserta didik” yang perlu dan wajib dipenuhi.

Kurangnya pemahaman guru sebagai seorang pelayan, berdampak pada semakin seringnya guru terlambat sampai di sekolah, terlambat masuk di kelas, terlambat menyerahkan rapor, tidak memberikan kesempatan peserta didik menjawab dan bertanya, kurangnya memberikan konseling kepada peserta didik yang memiliki problematika secara akademis dan sosial.

Hal ini mengindikasikan pembelajaran tidak berpihak kepada peserta didik (student centre). Pembelajaran yang tidak berpihak pada peserta didik melahirkan peserta didik yang pasrah, menerima apa adanya, sulit berinovasi, kreatif dan mandiri bahkan pembelajaran tersebut terasa membosankan dan membuat jenuh. Tentu saja, kondisi semacam ini berdampak pada penilaian yang tidak menyenangkan untuk guru dan sekolah.

Ketiga, penyajian materi yang hanya satu arah (monologis). Guru sebagai pengajar terkadang sulit melakukan evaluasi diri terhadap cara mengajar. Kesulitan dan kurangnya referensi metode mengajar guru, justru melahirkan cara mengajar yang hanya satu arah, textbook, catat buku sampai habis. Guru sangat dominan berperan aktif dalam pembelajaran. Ada kesan bahwa kita menerapkan “cara belajar guru aktif, bukan cara belajar siswa aktif”.

Cara ini sangat kontradiktif dengan Program Merdeka Belajar dengan Pembelajaran Paradigma Baru, yaitu pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik, menggairahkan, menyenangkan, aktif, inovatif, kreatif dan mandiri.

Gerakan Sekolah Menyenangkan adalah wajah sekolah yang diperlihatkan melalui guru. Guru yang menjadi figur model dan kebanggaan, memberikan pelayanan yang prima serta mampu mengubah suasana pembelajaran menjadi suasana yang berpihak kepada peserta didik menjadi media reklame bagi sekolah.

Media yang selalu menyuarakan keunggulan sekolah tersebut. Jika guru menerapkan secara optimal beberapa ‘kualitas diri’ di atas, maka sekolah benar-benar menjadi ‘rumah belajar’ yang menyenangkan bagi peserta didik.

Penulis: Kepala SMKN 1 Labuan Bajo.

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -
- Advertisment -
Balipuspanews TV
Video thumbnail
Ular Pura Goa Lawah Muncul, Warga Menyebut Sebagai Pertanda Baik
01:29
Video thumbnail
Cegah Penularan Covid 19, Besuk Tahanan Dilarang
01:35
Video thumbnail
Rutan Polresta Membludak, Mayoritas Tahanan Narkoba dan Kriminal
02:19
Video thumbnail
Pantai di Klungkung Akan Dibuatkan Tanggu Pengaman
01:44
Video thumbnail
Pasca Berstatus Zona Hijau, RSU Klungkung Kembali Rawat Pasien Covid 19
02:13
Video thumbnail
Atlet Muaytai Klungkung Raih Lima Medali di Kejurnas Makassar
02:12
Video thumbnail
Warga Resah, Babi Milik Warga Abang Mati Misterius
02:01
Video thumbnail
Pasien Isoman di Denpasar Mulai Dipindahkan ke Isoter
02:17
Video thumbnail
Rest Area Goa Jepang Akan Menjadi Tempat Rekreasi
01:44
Video thumbnail
Hindari Tahanan Kembali Kabur, Polres Revitalisasi Sel
02:23
Video thumbnail
Hadapi Varian Omicron, Masyarakat Jangan Panik, Tetap Disiplin Prokes
02:50
Video thumbnail
Pengamen dan Gepeng di Denpasar Dipulangkan ke Daerah Asal
02:15
Video thumbnail
Harga Minyak Goreng di Klungkung Dipastikan Stabil
02:02
Video thumbnail
Pelayanan Vaksinasi Booster di Puskesmas Mulai Dilakukan
02:07
Video thumbnail
Seminggu, Minyak Goreng di Buleleng Harus Menyesuaikan di Harga Rp 14 Ribu
01:53
Video thumbnail
Vaksin Booster Sudah Bisa Dilakukan di Puskesmas, Ini Syaratnya
01:36
Video thumbnail
Polisi Bubarkan Kerumuman yang Bisa Meresahkan Masyarakat
01:36
Video thumbnail
BLT DD di Buleleng Kembali Bergulir
02:32
Video thumbnail
Ciptakan Ekosistem Ekonomi Digital, Bandara Ngurah Rai Dukung QRIS
03:10
Video thumbnail
Monumen “Sita Kepandung” Akan Dibangun di Simpang Enam Denpasar
03:20
Video thumbnail
Tiga Tahanan Kasus Pencurian Kabur
01:20
Video thumbnail
Desa Adat Buleleng Sepakat Tak Buat Ogoh Ogoh
02:42
Video thumbnail
Berkunjung ke Gianyar, Kak Seto Ajak Anak Dengarkan Dongeng
02:52
Video thumbnail
Korsleting Kerap Jadi Pemicu Kebakaran, Damkar Karangasem Himbau Warga Perhatikan Instalasi Listrik
01:52
Video thumbnail
Bali Kembali Dipilih Jadi Tuan Rumah Event Bertaraf Internasional
03:01
Video thumbnail
Harga Bawang Merah Turun Petani Kintamani Menjerit
02:08
Video thumbnail
Capaian Vaksin Sudah Penuhi Target, Buleleng Siap Terima Booster Dosis III
01:55
Video thumbnail
Pawai Ogoh Ogoh di Jembrana Menunggu Perkembangan Kasus Covid-19
03:42
Video thumbnail
Vaksinasi Anak Usia 6 11 Tahun Masuk Dosis ke II
02:23
Video thumbnail
Vaksin Booster Dimulai, Masyarakat Diminta Cek Tiket dan Jadwal Vaksinasi di PeduliLindungi
02:09
Video thumbnail
Bali Siap Terima Booster Dosis Ketiga
02:44
Video thumbnail
Penjual Hewan Penular Rabies di Pasar Satria Ditertibkan
02:21
Video thumbnail
Cegah Terjadinya Banjir, Pembersihan Saluran Air di Denpasar Terus Digencarkan
02:06
Video thumbnail
Badai dan Puting Beliung di Selat Bali, Penyeberangan Kembali Lumpuh
01:52
Video thumbnail
PTMT 100 Persen di Buleleng Sudah Mulai Dilakukan, Prokes Harus Tetap Diawasi
02:14
Video thumbnail
Tekan Penularan Kasus, Tracing Jemput Bola Terus Digencarkan di Denpasar
02:01
Video thumbnail
Diterjang Derasnya Air Sungai, Akses Jalan Menuju Villa dan Pantai di Tegal Besar, Klungkung Putus
01:42
Video thumbnail
Selama Dua Minggu Kasus Covid-19 Naik, Satgas Minta Warga Lebih Waspada
01:38
Video thumbnail
Tambah Daya Tarik Wisatawan, Pantai Jungutbatu, Nusa Penida Akan Ditata
02:14
Video thumbnail
Polisi Diminta Usut Tuntas Dugaan Vaksin Booster Ilegal
02:14
Video thumbnail
Puluhan Ekor Penyu Hasil Tangkapan Pangkalan TNI AL Dilepas di Pantai Kuta
01:30
Video thumbnail
Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Penyebrangan di Pelabuhan Gilimanuk Sempat Ditutup
01:48
Video thumbnail
Penanganan Omicron Diminta Fokus ke Faskes, Bukan Lagi pada Angka Penularan
02:25
Video thumbnail
Seniman Recycle Apresiasi Lampu Hijau Pembuatan Ogoh-Ogoh Sambut Nyepi Caka 1944
01:45
Video thumbnail
Pembuatan Ogoh-ogoh Diizinkan, MDA Buleleng Tekankan Beberapa Poin
02:29
Video thumbnail
Dengan Penerapan Prokes Ketat, Pawai Ogoh-ogoh Akan Digelar di Denpasar
03:33
Video thumbnail
Antisipasi Varian Baru, Kodim 1609/Buleleng Rapid Acak di Sekolah
02:42
Video thumbnail
Bus Sekolah di Buleleng Mulai Uji Coba Layani Trayek Dalam Kota
02:37
Video thumbnail
Pembelajaran Tatap Muka, Siswa Wajib Punya Aplikasi PeduliLindungi
01:41
Video thumbnail
Disdikpora Karangasem Persiapkan PTM 100 Persen
01:19
Member of