Jumat, Juni 14, 2024
BerandaJembranaPerarem Banjar Adat Waru Mekar Dauhwaru Dipasupati

Perarem Banjar Adat Waru Mekar Dauhwaru Dipasupati

JEMBRANA, balipuspanews.com – Setelah disusun dan disepakati pada Senin (17/1/2022) malam dilaksanakan karya pasupati perarem Banjar Adat Waru Mekar Dauhwaru Kecamatan Jembrana.

Perarem yang baru selesai itu, memuat awig-awig dan instrumen adat sebagai pedoman kehidupan adat di Banjar Waru Mekar Jembrana.

Upacara penyucian perarem bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Kaulu, diawali dengan persembahyangan bersama di padmasana banjar adat setempat.

Selain itu, bersama krama adat setempat, Wabup Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna juga melaksanakan penanaman bibit alpukat kuba diwewidangan Banjar Adat Waru Mekar.

Kelian Adat Banjar Waru Mekar, AA Bagus Radnyana mengatakan perarem sudah berakhir masa berlakunya sejak tahun 2014.

Guna menyusun perarem yang baru, pihaknya telah membentuk tim beranggotakan sebelas krama. Selama 1 bulan tim itu bekerja, menyusun perarem serta melakukan sosialisasi kepada krama hingga bisa disahkan sekarang.

“Melalui perarem ini akan mengatur jagat kerthi, sehingga ada keseimbangan jiwa baik hubungan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa, dengan sesama krama serta dengan lingkungan,” tuturnya.

BACA :  Walikota Jaya Negara dan Ombudsman RI Teken Kesepakatan Apresiasi Pelayanan Publik

Terkait dengan digelarnya pasupati perarem ini dimaksudkan sebagai bentuk penguatan niskala sehingga perarem yang sudah disepakati krama ini bisa dilaksanakan dengan baik kedepannya.

Melalui perarem itu diharapkan mampu menuntun kehidupan krama adat menuju kehidupan krama yang Sagilik-Saguluk Salunglung Sabayantaka, Paras-Paros Sarpanaya, (Menjungjung tinggi nilai kegotong royongan, saling mebantu, saling menyayangi dan tolong menolong).

“Upacara ini agar perarem yang sudah disusun serta disepakati bersama mempunyai “taksu”. Jadi ada rohnya, tidak hanya sekedar selembar kertas, namun ada komitmen dari seluruh krama untuk mentaati dan menjalankannya dengan baik. Itu harapan kami,” ungkapnya.

Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna menyampaikan penyusunan perarem ini tentu tidak mudah, karena mesti didasari dengan kesepakatan baik manah, bawos lan laksana (pikiran, perkataan dan perbuatan). Selain itu, pasupati perarem juga berdasarkan Desa Mawa cara (situasi dan kondisi desa setempat).

“Mewakili Bupati Jembrana, saya bahagia dan berbangga sekali kepada krama banjar atas terselesaikannya perarem banjar pekrama. Semoga bermanfaat dalam pelaksanaan tata laksana kehidupan krama disini, serta mampu mengajegan Bali dimulai dari banjar adat,” ujarnya.

BACA :  Bupati Karangasem Serahkan Bantuan kepada Korban Longsor di Desa Antiga

Kedepan, kata Ipat perarem yang dipasupati ini senantiasa dapat digunakan dalam perencanaan pembangunan di banjar adat menuju krama landuh.

“Perarem yang telah menjadi dasar acuan bagi krama adat ini, selain nantinya dapat dijadikan acuan dalam segala bentuk pembangunan di banjar adat juga digunakan dalam memecahkan berbagai persoalan dan permasalahan menuju krama banjar tentram dan damai,” ucapnya.

Penulis: Anom

Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular