KARANGASEM, balipuspanews.com – Pemandangan kontras terlihat pada perayaan HUT ke-384 Kota Amlapura tahun 2024 ini. Dibandingkan perayaan sebelumnya, perayaan tahun ini terlihat wajah kota Bumi Lahar terlihat agak “pucat”.
Ungkapan tersebut menggambarkan pemandangan Kota Amlapura saat ini, yang seharusnya penuh warna saat peringatan hari jadinya, terutama pada trotoar justru terlihat lusuh dan rusak dibeberapa titik seperti di jalan Diponegoro dan Letualit, Amlapura.
Padahal biasanya setiap tahun menjelang perayaan HUT kota, hampir selalu dilakukan perawatan hingga pengecatan ulang terhadap trotoar maupun pagar jembatan yang ada diseputaran Kota Amlapura untuk memperindah pemandangan.
Mirisnya, karena keterbatasan anggaran yang dimiliki, pada perayaan HUT Kota tahun 2024 ini, Dinas PUPR Karangasem tak melakukan pemeliharaan begitu juga pengecatan untuk mempercantik tampilan trotoar di seputar Kota Amlapura.
“Ya biasanya kita cat ulang menjelang perayaan HUT Kota, tapi tahun ini karena keterbatasan anggaran kita tidak bisa lakukan itu. Untuk pengecatan biasanya kita anggarkan melalui pemeliharaan rutin, tapi karena saat ini jumlahnya terbatas sehingga kita prioritaskan untuk menangani yang bersifat lebih vital seperti jalan yang amblas dan penambalan lubang,” kata Kadis PUPR – Perkim Karangasem, Wedasmara dikonfirmasi, Jumat (21/6/2024).
Sementara itu, Wedasmara juga mengakui memang dibeberapa titik ruas jalan tersebut terjadi kerusakan trotoar. Menurutnya, penyebab kerusakan pada trotoar tersebut salah satunya disebabkan oleh akar pohon perindang yang kerap menyumbat saluran air dibawahnya. Ketika turun hujan, sampah yang terbawa aliran tersangkut pada akar pohon hingga membuat air meluap dan merusak trotoar.
“Untuk trotoar yang rusak itu karena berada di jalur Provinsi maka kewenangannya ads di Provinsi, Pak Bupati juga sudah menginstruksikan kepada kami untuk membuat proposal ke provinsi agar bisa diperbaiki,” imbuh Wedasmara.
Penulis: Gede Suartawan
Editor: Oka Suryawan



