Perayaan Imlek 2572 di Buleleng, Prokes Ketat Dilakukan

Pihak kepolisian saat melaksanakan penjagaan di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Ling Gwan Kiong
Pihak kepolisian saat melaksanakan penjagaan di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Ling Gwan Kiong

BULELENG, balipuspanews.com – Pandemi Covid-19 membuat perayaan Tahun Baru Imlek 2572 di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Ling Gwan Kiong berlangsung sederhana. Penerapan prokes serta penjagaan dari Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Buleleng pun dilakukan dengan ketat.

Terbukti umat yang melakukan persembahyangan tidak diperkenankan melampaui 50 persen dari kapasitas tempat ibadah.

Wakil Ketua TITD Ling Gwan Kiong, Gunadi mengakui perayaan kali ini memang sengaja dilakukan dengan sederhana, bahkan umat yang datang untuk bersembahyang di awasi ketat agar patuh menerapkan protokol kesehatan.

Pengawasan itu dilakukan dengan mengingatkan umat yang menggelar ibadah harus tetap menjaga jarak dengan cara diatur oleh para pengurus klenteng, wajib menggunakan masker, dan sebelum memasuki area Klenteng yang wajib mencuci tangan serta mengecek suhu tubuh. Proses persembahyangan juga diatur oleh para pengurus klenteng.

“Tentu sebelum persembahyangan dilakukan tahapan prokes secara bergilir. Di dalam klenteng juga tidak lebih dari sepuluh orang,” akunya saat di wawancarai, Jumat (12/2/2021).

Sekedar informasi Tahun Baru Imlek 2572 dalam astrologi China adalah tahun kerbau dengan elemen logam. Kerbau merupakan shio kedua dalam 12 zodiak China yang dimulai dari Shio Tikus, Kerbau, Harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam Jago, Anjing, dan Babi.

Sehingga Tahun Baru Imlek kali ini, Gunadi meyakini jika tahun Kerbau Emas dalam perhitungan China akan menjadi tahun yang penuh dengan kerja keras.

Maka dengan itu jika dikaitkan dengan situasi pandemi COVID-19, secara langsung berdampak kepada seluruh kehidupan masyarakat. Apalagi dengan kondisi seperti sekarang, masyarakat tetap semangat dan yakin tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

“Tentu kita harus tetap usaha, niscaya kesulitan sebelumnya akan teratasi. Jadi, apapun kalau dilakukan dengan kerja keras, hasilnya akan baik,” katanya.

Disisi lain, David Mulyadi yang merupakan salah seorang umat mengaku merasakan perayaan Imlek tahun ini begitu berbeda.

Namun ia tidak menyayangkan hal itu sebab untuk sekarang yang paliing penting baginya bagaimana agar menerapkan prokes sehingga semua cepat bisa pulih seperti sebelumnya.

Meski merasa sedikit berbeda hal itu diakuinya tidak menyurutkan ibadahnya di tahun baru ini.

“Ya memang tahun ini beda, kita tidak ada perayaan-perayaan, kurang ada keramaian seperti tahun-tahun sebelumnya,” singkatnya usai melakukan persembahyangan.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan