sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com  — Sempat terputus diterjang banjir, pada Selasa (22/1) lalu, jembatan darurat di Banjar Dinas Kubu Kelod, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, akhirnya diperbaiki.

Perbaikan jembatan darurat kali ini, bukan merupakan bantuan dari pemerintah, melainkan hasil swadaya murni masyarakat setempat serta bantuan dari donatur bernama Jero Mangku Made Suma Wijana dan Anggota DPRD Buleleng Ketut Sumardhana.

Penyelesaian perbaikan jembatan darurat itupun ditarget selesai dalam tiga hari kedepan.

Baca Juga: 

Ribuan Warga Mengungsi, 68 Orang Meninggal dan 7 Orang Hilang 

Pantauan di lokasi pada Minggu (27/1), sejak pagi puluhan masyarakat terjun melakukan gotong royong. Mereka saling bahu membahu memindahkan bongkahan batu untuk menutup air yang meluber dan merendam ujung utara jembatan. Nampak pula belasan truk silih berganti menurunkan material tanah menambal lobang badan jembatan.

Made Pasek warga Banjar Kubu Kelod mengatakan, perbaikan jembatan darurat dikebut lantaran jembatan darurat tersebut merupakan akses vital bagi 150 Kepala Keluarga (KK) bermukim di Banjar Kubu Kelod. Selain itu, jembatan darurat memangkas jarak tempuh dari Banjar Kubu Kelod menuju pusat desa.

Imbuh Pasek, sebelum diperbaiki, sejumlah petani memiliki lahan sawah serta kebun di Banjar Kubu Kelod terpaksa menuntun sepedanya saat melewati jembatan darurat itu, bahkan tak sedikit diantara mereka harus menitipkan kendaraan roda dua lantaran kondisi jembatan darurat mengalami kerusakan cukup parah.

Sejatinya, pembangunan akses jembatan permanen sangat dibutuhkan masyarakat, lantaran jembatan itu merupakan akses vital menuju setra (kuburan) Desa Pakraman Bungkulan. Apalagi, setiap hari ratusan warga menggunakan akses jembatan darurat tersebut.

Nah, dengan terputusnya jembatan darurat sepanjang enam meter dan lebar dua meter ini, sangat menyulitkan pengendara. Para pengendara sepeda motor pun harus rela memutar sejauh hampir tiga kilometer menuju pusat desa melalui jalan alternatif melewati areal persawahan.

“Kami mendatangi beberapa tokoh desa (Bungkula), mengetuk kepedulian mereka. Astungkara, disetujui dan dibantu. Tahap pertama gotong royong menambal badan jembatan darurat dulu. Besok (28/1), rencana menurunkan alat berat mengeruk serta memindahkan potongan kayu dan bambu menyumbat aliran sungai,” singkatnya.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here